Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — MIN 1 Gunungkidul terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan penuh semangat melalui pembiasaan Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Kegiatan penyambutan siswa ini dilaksanakan pada Selasa, (13/1/2026), sebagai upaya memberikan motivasi serta suntikan energi positif kepada peserta didik sebelum memulai kegiatan pembelajaran di kelas.
Penerapan budaya 5S tidak dimaknai sekadar sebagai rutinitas formal, melainkan menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter siswa. Sambutan hangat para guru di pintu gerbang madrasah diharapkan mampu menumbuhkan rasa dihargai, menciptakan kenyamanan, serta meningkatkan semangat belajar siswa. Lingkungan yang inklusif dan ramah ini menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam mewujudkan sekolah ramah anak yang mengedepankan nilai-nilai budi pekerti luhur.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, menegaskan bahwa pembiasaan budaya 5S memiliki peran strategis dalam membangun suasana madrasah yang ceria dan kondusif. “Penerapan 5S merupakan upaya kami untuk menanamkan energi positif kepada siswa sejak pagi. Dengan sambutan yang hangat, siswa merasa dihargai dan lebih siap serta bersemangat dalam mengikuti pembelajaran,” ujarnya.
Kegiatan penyambutan pagi tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan di bawah pengawasan guru piket, yaitu Isnaini Badarudin, Novan Hariansyah, Muhammad Arifin, dan Dyah Mursitowati. Konsistensi para guru dalam menerapkan sikap sopan dan santun terbukti mampu menghadirkan suasana ceria, terlihat dari antusiasme siswa yang datang ke madrasah dengan wajah penuh senyum.
Program pembiasaan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari budaya madrasah, guna mewujudkan MIN 1 Gunungkidul yang unggul dalam prestasi serta mulia dalam akhlak.
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Putri HS