Wujudkan Generasi Emas 2045, MIN 1 Gunungkidul Konsisten Terapkan Budaya 5S

  Minggu, 25 Januari 2026    Bacakan Berita     9 
Foto Wujudkan Generasi Emas 2045, MIN 1 Gunungkidul Konsisten Terapkan Budaya 5S
Kegiatan menyambut kedatangan siswa pada Senin (19/1/2026) pagi

Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — MIN 1 Gunungkidul terus menguatkan pendidikan karakter peserta didik melalui pembiasaan Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Pembiasaan ini dipandang sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus menyiapkan Generasi Emas menyongsong satu abad Indonesia merdeka pada tahun 2045.

Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan pembentukan adab dan akhlak mulia. Menurutnya, penerapan budaya 5S di lingkungan madrasah bukan sekadar rutinitas penyambutan siswa di pagi hari, tetapi menjadi ruh dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Melalui sikap santun dan saling menghargai, peserta didik diharapkan memiliki energi positif serta kesiapan mental yang lebih baik dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas.

Pembiasaan budaya 5S memberikan dampak positif yang signifikan, mulai dari pembentukan karakter rendah hati, penguatan etika pergaulan, hingga terciptanya suasana belajar yang aman dan nyaman. Lingkungan madrasah yang ramah membuat siswa merasa bahagia dan dihargai, sehingga tingkat fokus dan antusiasme mereka dalam menerima pelajaran meningkat. Selain itu, budaya ini juga mempererat silaturahmi antarwarga madrasah serta menjadi bekal etika yang penting bagi siswa ketika kelak terjun ke tengah masyarakat.

“Kami ingin memajukan MIN 1 Gunungkidul tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi karakter. Melalui budaya 5S, siswa akan tumbuh dengan energi positif dan semangat belajar yang tinggi. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas yang berkarakter kuat,” ungkap Risdiyanto.

Sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang bangsa, MIN 1 Gunungkidul berkomitmen untuk terus berinovasi melalui sinergi antara penguatan akhlakul karimah dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompetitif, berdaya saing, namun tetap berakar pada jati diri bangsa yang santun dan bermartabat.

Dengan semangat kebersamaan, MIN 1 Gunungkidul optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul.

Penulis : MIN Ngawen/MIN 1

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul