Wakil Bupati Gunungkidul: Menempatkan Ulama Dalam Mengambil Kebijakan, Meringankan Beban Pemerintah

  Rabu, 08 Juli 2020    Bacakan Berita     399 
Foto Wakil Bupati Gunungkidul: Menempatkan Ulama Dalam Mengambil Kebijakan, Meringankan Beban Pemerintah

Gunungkidul (Kankemenag) – Kepala Kantor Kemenag  Kabupaten Gunungkidul Arief Gunadi yang sekaligus menjadi Ketua Dewan Penasihat MUI Gunungkidul menghadiri Rapat Pleno dan Halaqoh tentang Khidmat MUI Gunungkidul Dalam Mewujudkan Kemaslahatan Umat di lantai dasar Masjid Al Ikhlas, Rabu (8/7/2020). Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi selaku anggota Dewan Penasihat, juga segenap para alim ulama yang juga ada di jajaran Dewan Penasihat.

Pada sambutannya Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan dengan menempatkan para ulama dan para Kyai didalam mengambil kebijakan terutama dalam masalah-masalah sosial yang startegis dapat meringankan beban pemerintah dalam melayani masyarakat.

“Kehadian Majelis Ulama Indonesia di tengah pemerintahan memberikan masukan dan dorongan agar ada keseimbangan dan penguatan kepada masyarakat Kabupaten Gunungkidul,” tandas Immawan saat memberikan arahan.

Sebelumnya Kepala Kankemenag Gunungkidul Arief Gunadi dalam sambutannya merasa bersyukur di Kabupaten Gunungkidul ini berdiri sebagai penyeimbang situasi dan kondisi yakni para ulama. “Para ulama yang oleh agama kita digariskan sebagai figur yang sangat fundamental dan memilki arti penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Lebih lanjut Arief juga mengatakan disamping organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi sosial keagamaan yang ada di Kabupaten Gunungkidul sudah melakukan langkah-langkah partisipatif dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini sebagai daya dukung terhadap gugus tugas pencegahan Covid-19.

“Daya dukung dalam berbagai hal, mulai dari kebijakan-kebijakan Majelis Ulama Indonesia yang diambil untuk menjadi solusi atau setidaknya menjembatani problematika sosial keagamaan masyarakat, itu akan menjadi jawaban final bagi masyarakat. Karena apa yang difatwakan oleh para ulama sebagai waratsatul anbiya itu akan didengar bahkan dinikmati oleh seluruh masyarakat,” ujar Arief.

Pada kesempatan yang sama Ketua Harian/Plh Asrofi menyampaikan rapat pleno kali ini diformat dengan cara Halaqoh dengan maksud untuk menggali berbagai ide dan gagasan mengenai posisi MUI Gunungkidul dalam berkhidmat untuk mewujudkan kemaslahatan di Gunungkidul.

“MUI yang merupakan wadah para Ulama, mempunyai tugas berat sebagai inspirator,  motivator, tentor, dan moderator. Tugas terberat MUI adalah menjadi tentor ummat yakni memberikan pendidikan dan pendampingan terutama dalam menggapai kemaslahatan dunia dan keselamatan akhirat. Dalam mengemban tugas berat tersebut, bukan saja uswah  dan mauidhoh hasanah secara fardiyah, tetapi juga uswah dan mauidhoh hasanah secara kolektif kolegial antar sesama ulama dan Zu'amma. Sudah barang tentu soliditas para ulama sangat diperlukan. Oleh karenanya ijtimak, Halaqoh, bahsul masail, dan silaturrahim antar ulama dan zu'amma, kedepan perlu dilaksanakan secara berkesinambungan,” pesan Asrofi. (sna)

Tetap sehat dan semangat
#Lawan Covid-19

Penulis : Siti Nurafrianti

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul