Karangmojo (MTsN 8 Gunungkidul) -- Keberadaan lahan kosong yang ada di lingkungan MTsN 8 Gunungkidul (Madsaka) menjadi pemikiran bagi Tim Adiwiyata Madsaka untuk memanfaatkannya menuju madrasah adiwiyata. Melalui kunjungan langsung ke petani jahe merah, Tim Adiwiyata Madsaka dapat belajar lebih banyak mengenai budidaya tanaman jahe merah yang diharapkan dapat diterapkan di lingkunan madrasah. Kunjungan yang dilakukan pada Jumat (06/11/2020) merupakan langkah awal Madsaka dalam upaya pemanfaatan lahan melalui budidaya jahe merah.
Tim Adiwiyata Madsaka yang diketuai oleh Ngatijan dengan semangat yang tinggi berupaya memulai kegiatannya dengan melihat langsung praktik penanaman/ budidaya jahe merah. Pada lahan yang tidak begitu luas mereka dapat menyaksikan tanaman jahe merah yang tumbuh dengan subur dalam plantbag yang tertata rapi. “Menanam jahe merah sebenarnya sangat mudah. Tidak perlu lahan luas, karena menggunakan polybag, karung bekas, atau plantbag pun akan semakin mudah perawatannya. Yang terpenting kita persiapkan adalah media tanam dan perawatan yang cukup sampai masa panen.” Kata Supar, salah satu petani jahe yang dikunjungi. Demikian juga yang dikatakan Sadari di tempat yang berbeda. “Tanaman jahe itu dapat dikatakan sebagai tanaman penyelia, ia akan hidup di antara tanaman rindang. Intinya tanaman jahe tidak tahan terik matahari.” Kedua petani jahe yang beralamat di Padangan Rt 01 Rw 11, Ponjong ini menjadi tempat rujukan utama bagi Tim Adiwiyata Madsaka. Selain jaraknya yang cukup dekat dengan MTsN 8 Gunungkidul, keduanya masih ada hubungan saudara dengan salah satu anggota tim adiwiyata.
Banyak hal yang didapat oleh tim Adiwiyata dari kegiatan kunjungan ini, antara lain, mulai pemilihan bibit jahe. Bibit yang bagus dapat diperoleh dari rimpang jahe yang mulai bertunas. Ini akan dapat menghasilkan tunas jahe yang lebih banyak dan kuat. Pembuatan media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan tertentu. Cara penyemaian pun memiliki kiat tersendiri agar batang jahe muda dapat tumbuh tegak. Selain itu, juga disampaikan pula cara membuat pot murah yang berasal dari karung bekas. “Banyaknya ilmu yang telah diberikan kepada Tim Adiwiyata Madsaka. Ini adalah nilai yag sangat berharga bagi kami. Semoga selanjutnya dapat terjalin kerja sama yang semakin baik.” pungkas Sakbani, Guru Bahasa Indonesia yang ikut hadir pada kesempatan tersebut.(mmn).
Penulis : MTsN Karangmojo/MTsN 8
Editor : Siti Nurafrianti