Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Kelangkaan minyak goreng yang terjadi beberapa akhir pekan ini membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya. Minyak goreng merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam mengolah makanan. Sehingga bahan ini diperlukan untuk mengolah sebagian besar makanan yang diproses melalui sistem penggorengan. Akibat dari tidak tersedianya minyak goreng yang beredar, membuat harga minyak goreng menjadi naik dan masyarakat mulai mencari alternatif yang dapat dilakukan. Mulai dari mengurangi belanja minyak goreng, mengganti menu makanan non minyak hingga beberapa alternatif lainnya.
Salah satu upaya kreatif dari guru MIN 1 Gunungkidul yaitu Widodo Rahardjo, S.Pd.I. (wali kelas 4A) dengan membuat minyak goreng dari kelapa. Widodo menggunakan kelapa yang berukuran sedang dan dipetik dari kebun milik sendiri. Kelapa yang telah dipetik kemudian dikupas dan diparut. Selanjutnya hasil parutan kelapa diperas menjadi santan. Dari santan inilah kemudian direbus hingga menghasilkan minyak kelapa. Praktik baik ini telah diunggah melalui kanal YouTube MIN 1 Gunungkidul dengan judul yang sama dengan berita ini dan dapat disaksikan melalui tautan berikut (klik disini).
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Fuatul Khakim, S.Pd.I., MSI., mengapresiasi upaya kreatif yang dilakukan oleh Widodo yang memberikan solusi nyata atas masalah yang sedang terjadi saat ini. "Melalui video edukasi mengenai upaya mengatasi kelangkaan minyak goreng yang dirilis oleh Pak Widodo Rahardjo ini sangat baik. Kami berharap langkah kreatif ini dapat ditirukan oleh bapak ibu guru yang lain dalam hal apapun sehingga siswa siswi kita dapat berpikir kreatif ketika menghadapi suatu permasalahan," ucapnya.
Dihubungi secara terpisah, Widodo menyampaikan video yang dibuat bertujuan untuk memberikan edukasi dan aksi nyata dalam pemecahan masalah. "Selain menghasilkan minyak yang dapat digunakan untuk menggoreng, proses pembuatan minyak kelapa juga menghasilkan belondo yang dapat dijadikan sebagai makanan tambahan," jelasnya. (wid/aky/fh)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti