Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — Hari Senin (2/10/2023) di MIN 1 Gunungkidul menjadi momen yang istimewa saat seluruh siswa berkumpul untuk merayakan peringatan Hari Batik. Upacara kali ini menampilkan seragam batik madrasah yang dipakai oleh seluruh siswa, menggantikan seragam merah putih biasa. Herni Uswatun Hasanah, S.Pd., guru kelas 1B MIN 1 Gunungkidul, memimpin upacara sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, inspektur upacara mengajak seluruh peserta upacara untuk merasa bangga mengenakan batik, salah satu warisan budaya Indonesia yang diakui dunia. "Dengan mengenakan batik, kita merayakan keindahan seni dan kekayaan budaya Indonesia," ungkap Herni. "Lebih dari itu, kita juga mendukung industri kreatif dalam negeri. Dengan membeli produk lokal, kita turut memajukan ekonomi bangsa,” lanjutnya.
Peringatan Hari Batik ini juga menjadi kesempatan untuk mengingat tanggal-tanggal penting dalam sejarah Indonesia. Inspektur upacara menyinggung tanggal 30 September sebagai peringatan G30S/PKI dan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pesan yang disampaikan adalah pentingnya memahami sejarah bangsa dan menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai landasan negara.
Siswa-siswa MIN 1 Gunungkidul sangat antusias mengikuti upacara ini, mengenakan seragam batik madrasah. Ini adalah cara mereka untuk merayakan identitas budaya Indonesia sambil tetap mengingat peristiwa sejarah yang penting bagi negara ini. MIN 1 Gunungkidul selalu berupaya memberikan pendidikan yang lebih dari sekadar akademik kepada siswa-siswanya. Peringatan Hari Batik ini adalah salah satu contoh bagaimana madrasah ini mengajarkan pentingnya cinta akan budaya dan nilai-nilai nasional kepada generasi muda. (fkn/fad)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti