Upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Kepala Kankemenag Gunungkidul Lepas Bebek ke Laut

  Selasa, 03 Maret 2026    Bacakan Berita     297 
Foto Upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Kepala Kankemenag Gunungkidul Lepas Bebek ke Laut

Saptosari (Kankemenag Gunungkidul) – Umat Hindu di Kabupaten Gunungkidul kembali melaksanakan rangkaian Upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 M. Kegiatan sakral tersebut digelar pada Selasa (3/3/2026) di Pantai Ngobaran, Saptosari.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat di pesisir pantai, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Dr. H. Mukotip S.Ag M.Pd.I turut mengikuti rangkaian ritual, termasuk melepas bebek ke laut sebagai simbol penyucian diri dan alam semesta.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih SE MM, Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag DIY Didik Widya Putra SE MM, Ketua PHDI DIY AKBP (Purn.) I Nengah Lotama S.Ag, Ketua PHDI Kabupaten Gunungkidul Purwanto M.Pd.H serta umat Hindu dan para pemuka agama.

Upacara Melasti secara tradisional dilaksanakan di sumber air, termasuk pantai, sebagai tempat penyucian pratima dan sarana upacara. Dalam ajaran Hindu, Melasti bertujuan untuk menyucikan bhuana alit (diri manusia) dan bhuana agung (alam semesta).

Prosesi diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh pemangku, dilanjutkan dengan doa-doa suci. Salah satu bagian penting dalam rangkaian tersebut adalah pelepasan bebek ke laut. Bebek yang dilepas melambangkan pembuangan sifat-sifat buruk dalam diri manusia, seperti keserakahan, kemarahan, dan dendam, sekaligus simbol membuang energi negatif agar tercipta keharmonisan antara manusia dan alam.

Kehadiran Kepala Kankemenag Gunungkidul dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kebebasan beragama serta menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan tokoh agama agar setiap kegiatan keagamaan berjalan sesuai ketentuan hukum, tetap menghormati tradisi, serta menjaga ketertiban umum.(sgt)

Penulis : Sigit

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul