Semanu (MTsN 3 Gunungkidul) - Dalam sebuah langkah proaktif untuk menyempurnakan rancangan kurikulum, MTsN 3 Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan uji publik pada Jumat, (15/8/2025). Acara ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan sebuah kerangka pendidikan yang kokoh dan relevan. Kehadiran Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Gunungkidul, H. Supriyanto S.Ag MSI dan Pengawas Madrasah, H. Ponco Budi Susilo S.Pd MA menandai pentingnya momen ini.
Partisipasi aktif dari komite madrasah, dewan guru, staf tata usaha, serta perwakilan orangtua dan siswa memberikan dinamika yang konstruktif. Kepala MTsN 3 Gunungkidul, H. Sulaiman, S.Ag membuka kegiatan dengan menyampaikan bahwa MTsN 3 Gunungkidul telah melakukan sosialisasi program madrasah Tahun Ajaran 2025-2026 kepada seluruh wali siswa kelas 7, 8, dan 9.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Fajar Hariyono, S.Si memaparkan secara komprehensif rancangan kurikulum yang telah disusun. Visi madrasah, "Terwujudnya generasi Islami, berprestasi dan Berbudaya" atau yang disingkat GESIT BERDAYA, menjadi landasan filosofis yang membingkai seluruh program pendidikan. Selain itu, beliau juga memperkenalkan program unggulan madrasah, meliputi bola voli, gulat, dan drumband, sebagai wujud implementasi visi tersebut.
Pada kesempatan ini, Kasi Pendidikan Madrasah, Supriyanto memberikan apresiasi mendalam atas kualitas analisis SWOT yang telah dilakukan tim penyusun. Namun, beliau menyampaikan sebuah pesan krusial: "Sebaik apapun kurikulum yang telah dibuat, jika tidak ada komitmen untuk mengawal, maka percuma saja. "Menurut beliau, dokumen kurikulum harus diperlakukan sebagai "kitab suci madrasah" yang menjadi panduan fundamental bagi seluruh aktivitas pendidikan. Ia juga mengingatkan pentingnya implementasi program mandatori, seperti Sekolah Ramah Anak (SRA), yang wajib dilaksanakan secara konsisten. Beliau secara spesifik menugaskan bagian kesiswaan untuk segera merancang program-program yang mendukung inisiatif SRA.
Melengkapi arahan sebelumnya, Ponco Budi Susilo menekankan perlunya penguatan pendidikan karakter siswa. Beliau mengusulkan agar madrasah memasifkan penerapan 5 budaya kerja serta fokus pada peningkatan akhlak siswa sebagai fondasi moral. Sebagai langkah evaluasi berkelanjutan, beliau menyarankan dibuatnya instrumen kepuasan yang ditujukan kepada para orangtua dan masyarakat sekitar, guna mengukur efektivitas program dan layanan madrasah secara holistik.
Uji publik ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme validasi, tetapi juga sebagai momentum strategis untuk membangun sinergi dan komitmen kolektif. Melalui kolaborasi ini, MTsN 3 Gunungkidul berharap dapat mewujudkan visi GESIT BERDAYA yang transformatif bagi peserta didiknya. (why/kho)
Penulis : MTsN Semanu/MTsN 3
Editor : Putri HS