Tingkatkan Penalaran Moral Peserta Didik, Guru Agama Pelajari Model Pembelajaran NALARKu

  Sabtu, 19 Oktober 2019    Bacakan Berita     506 
Foto Tingkatkan Penalaran Moral Peserta Didik, Guru Agama Pelajari Model Pembelajaran NALARKu

Gunungkidul (Kankemenag) – Kemampuan penalaran moral (moral reasoning) merupakan salah satu aspek penting dalam tahap perkembangan peserta didik. Penalaran moral membekali peserta didik dengan kemampuan kognitif untuk mempertimbangkan, menilai, dan memutuskan suatu perbuatan yang didasarkan pada asas moral seperti benar dan salah, baik dan buruk, etis dan tidak etis untuk dikerjakan serta mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan.

Hal ini mengemuka dalam Seminar Pendidikan bertajuk Boosting Moral Reasoning, Pengembangan Model Pembelajaran “NALARKu”, yang disampaikan Arifin, juara 1 guru SMA berprestasi nasional tahun 2019, di SMAN 2 Playen, Sabtu (19/10).

Dikatakan, guru perlu memperhatikan perkembangan penalaran moral peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang sudah dikembangkan dan diimplementasikan oleh Arifin untuk meningkatkan penalaran moral peserta didik adalah model pembelajaran NALARKu.

“Model pembelajaran NALARKu memiliki enam langkah proses dalam kegiatan pembelajaran, yaitu tahap narasi kasus (N), analisis kasus (A), literasi norma (L), afiksasi kesadaran (A), ratifikasi-internalisasi nilai (R), dan komunikasi nilai (Ku),” papar Arifin dihadapan 400 peserta.

Sebelumnya, Ketua Pokjawas Kankemenag Gunungkidul Rubino mengatakan, saat berkompetisi menjadi juara 1 guru berprestasi, Arifin yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 2 Wonosari, tidak bersaing dengan guru Pendidikan Agama Islam, tetapi dengan guru SMA dari berbagai mata pelajaran. “Melalui seminar ini, mudah-mudahan dapat menginspirasi peserta untuk turut berprestasi,” ungkapnya.

Senada dengan Rubino, Kepala Subbag TU Kankemenag Gunungkidul, Arief Gunadi berharap, kegiatan ini dapat menginspirasi guru pendidikan agama di Kabupaten Gunungkidul dalam melakukan transfer ilmu pengetahuan dan ilmu agama, sehingga guru dapat terus berkembang dan menjadi guru berprestasi seperti Arifin.

Turut hadir Kepala Dinas Dikpora Gunungkidul Bahron Rasyid, Kepala SMAN 2 Playen Tumisih dan pengawas Kankemenag Gunungkidul. (and)

Penulis : Andi Eko

Editor : Admins

Facebook Kemenag Gunungkidul