Jakarta (MTsN 4 Gunungkidul) - Kepala MTsN 4 Gunungkidul, Ngadiyan, berpartisipasi aktif dalam kegiatan telaah draf naskah penyelenggaraan pendidikan berbasis Sistem Kredit Semester (SKS) yang diselenggarakan oleh Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Februari 2026, ini dilaksanakan di RA Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Puskurjar mengundang empat madrasah perwakilan yang dipilih berdasarkan kategori implementasi SKS, yakni dua Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan dua Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang telah sukses menyelenggarakan program SKS. Selain itu, hadir pula perwakilan satuan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK yang tengah merencanakan penerapan program SKS di sekolah/madrasah masing-masing.
Ngadiyan menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam proses telaah ini sangat strategis bagi pengembangan madrasah ke depan. Menurutnya, pembaruan informasi dan penguatan pemahaman terkait teknis penyelenggaraan madrasah berbasis SKS perlu dilakukan secara berkelanjutan agar implementasinya tetap relevan dan sesuai regulasi.
“Keikutsertaan ini sangat penting bagi kami untuk memperoleh informasi terkini mengenai tata kelola SKS. Dengan demikian, setiap langkah dalam penyelenggaraan madrasah tetap selaras dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Ngadiyan di sela-sela kegiatan.
Telaah draf naskah ini tidak hanya melibatkan tim inti dari Puskurjar, tetapi juga menghadirkan diskusi mendalam antara madrasah yang telah berpengalaman menerapkan SKS dengan calon penyelenggara baru. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan naskah panduan yang komprehensif, aplikatif, dan responsif terhadap dinamika pendidikan saat ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penyelenggaraan pendidikan berbasis SKS di berbagai jenjang, termasuk madrasah, dapat berjalan lebih adaptif, fleksibel, serta tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dan layanan optimal bagi setiap peserta didik. (ian)
Penulis : MTsN Wonosari/MTsN 4
Editor : Putri HS