Tingkatkan Kualitas Layanan PAI, Kemenag Gunungkidul Studi Tiru ke SMAN 2 Jombang

  Rabu, 28 September 2022    Bacakan Berita     611 
Foto Tingkatkan Kualitas Layanan PAI, Kemenag Gunungkidul Studi Tiru ke SMAN 2 Jombang

Jombang (Kemenag Gunungkidul) - Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas layanan Pendidikan Agama Islam, Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul mengadakan studi tiru ke SMAN 2 Jombang, Rabu (28/9/2022). 

Kepala Kemenag Gunungkidul, Drs. H. Sa'ban Nuroni, MA menyampaikan studi tiru ini bertujuan untuk mengetahui dan meniru prestasi yang telah dicapai SMAN 2 Jombang. "Mohon informasi dan keunggulan yang telah dicapai. Studi tiru ini dalam rangka tholabul ilmi untuk meningkatkan kualitas layanan kami di Kemenag Gunungkidul," paparnya. 

Hadir Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Faqih Shomadi S.Ag. M.Pd.I., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Supriyanto S.Ag. MSI, Pengawas Pendidikan Agama Islam, Pengawas Madrasah, perwakilan K2MI, K2MTs, K2MA, K2RA, KKG PAI, MGMP PAI, dan beberapa pelaksana di Kemenag Gunungkidul. Turut hadir Kepala Seksi PAIS Kemenag Jombang Drs. H. Muhammad Agussalim. 

Kepala SMAN 2 Jombang, Budiono S.Pd. M.MPd menerangkan bahwa SMAN 2 Jombang merupakan sekolah penggerak dan sudah menerapkan kurikulum merdeka. Terkait moderasi beragama, disampaikan bahwa siswa SMAN 2 Jombang memiliki toleransi yang tinggi dalam berinteraksi. 

SMAN 2 Jombang pada tahun 2022 Ranking UTBK secara nasional berada pada peringkat 113, se-Jawa Timur ranking 7 dan jumlah siswa yang diterima di PTN sebanyak 323 siswa atau 85 persen dari total 382 siswa reguler dan SKS. 

Izzatul Laila memaparkan optimalisasi capaian juara SMAN 2 Jombang dibidang PAI melalui "KOPI DARAT", akronim dari Kajian dan Obrolan Penuh Inspirasi - Digital Literacy - Religius Moderat. Langkah yang dilakukan pertama, komunikasi dengan membangun jaring komunikasi 24 jam perhari dengan memanfaatkan media online Kedua, membentuk sistem dengan membuat learning community, lakukan kajian tema, solidkan tim dan lakukan duplikasi. Ketiga, mengoptimalkan digital literacy, maksimalkan penguatan referensi agama, saling menginspirasi, KIR dan CERIS. Keempat, pembimbingan karya dengan pendekatan kelompok dan pendekatan individu. Kelima, moderasi karya dengan latihan presentasi, latihan tanya jawab dan melakukan moderasi. (and)

Penulis : Andi Eko

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul