Wonosari (Kemenag Gunungkidul) -- Menyambut bulan suci Ramadan 1443 H/ 2022 M, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul mengadakan kegiatan kegamaan sebelum memulai kegiatan dinas yang diberi tema Kultum Ramadan. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting ini dimulai oleh Kepala Kankemenag Gunungkidul, Drs. H. Sa’ban Nuroni,MA, sebagai pemateri kultum pertama pada Senin (4/4/2022).
Sa’ban menjelaskan tentang indikator dari orang yang bertakwa ada empat, yaitu, tawadhu, qonaah, waro dan yakin. “Huruf Ta pertama pada Taqwa itu tawadhu artinya rendah hati, lawan dari tawadhu adalah takabur artinya tinggi hati, orang yang tawadhu itu mau mengakui kebenaran dari orang lain. Yang kedua Qonaah, menerima dengan legowo apapun pemberian dari Allah SWT, orang yang qonaah itu tidak akan merasa kurang, lawan dari qonaah adalah serakah,” jelasnya.
“Huruf yang ketiga sebagai indikator adalah wawu yaitu waro, hati-hati, orang yang bertaqwa itu berhati-hati, waspada, dan yang terakhir itu huruf Ya yaitu Yakin, orang yang berpuasa akan menghasilkan perilaku yang orang yang berpuasa akan menghasilkan perilaku yang yakin terhadap apa yang dia lakukan, yakin terhadap Allah SWT,” imbuhnya.
Sedangkan pada hari kedua, Selasa (5/4/2022) yang bertindak menjadi pemateri adalah Kasubbag TU, Drs. H. Andar Prasetyo,MA., yang menyampaikan tentang potensi penyakit hati yang ada pada manusia. “Perlu kita sadari dan ketahui ternyata di hati kita masing-masing ada potensi penyakitnya, hanya kadang kita tidak menyadari itu,” tutur Andar.
Adapun 3 penyakit hati yang disampaikan Andar adalah Sombong, Hasut dan Rakus. “Sombong itu sifat yang merasa dirinya paling hebat, paling benar, lalu Hasut itu jika melihat orang lain senang tidak terima, dan ketiga itu Rakus. Mari kita obati kesombongan kita, hasud kita, rakus kita supaya tidak berkembang menjadi penyakit lain, mudah-mudahan bisa kita bersikan di bulan Ramadan ini,” tandasnya.
Sebelum Kultum dimulai pada kesempatan ini juga dilaksanakan pembacaan tartil Al Quran oleh ASN Kemenag Gunungkidul selama 5 menit, yang kemudian dilanjut dengan materi kultum ramaan. (sna)
Penulis : Siti Nurafrianti
Editor : Andi Eko