Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Rangkaian kegiatan seleksi penulis soal AKMI tahun 2022 setelah Pengantar kasubdit dan pembekalan panitia adalah pendampingan on clinic masing-masing literasi. Acara dilakukan secara daring melalui kanal Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube AKMI Kemenag. Shofar Sholahuddin dari Tim Literasi Sosial Budaya memberikan pengantar penulisan soal literasi sosial budaya. Penulisan soal ini berorientasi pada pembentukan kepribadian, moderasi beragama, memiliki kompetensi, komitmen kebangsaan, toleransi dan akomodatif. Penilaian pada seleksi tahap satu ini menitik beratkan pada orisinalitas, kesesuaian konteks dan konten (indikator). Untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah memiliki konteks (kemampuan atau sikap dalam mengembangkan kompetensi) personal dan lokal.
Sesi on clinic didominasi oleh tanya jawab seputar penulisan soal literasi budaya. Beberapa peserta menanyakan mengenai ketentuan penulisan soal yang telah dijelaskan pada pendampingan. Khusus untuk literasi sosial budaya hanya terdapat dua jenis soal yaitu pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks. Di akhir sesi Shofar menyampaikan tiga tips sukses menjadi penulis instrumen AKMI. "Kunci sukses nomor satu yaitu mulailah yang pertama. Kedua, jika sudah banyak yang memulai lakukan yang terbaik. Ketiga, lakukan yang berbeda secara positif," ucapnya. Shofar menambahkan meskipun persaingan antar peserta sangat ketat, namun peserta dapat menumbuhkan sikap optimis dengan mengikuti setiap tahapan dengan baik serta rajin memantau pada spreadsheet pengumuman seleksi. Panitia seleksi tidak menerima komunikasi dari calon penulis dalam bentuk apapun karena panitia telah menyediakan tempat dan sesi konsultasi pada setiap tahapannya.
Fuatul Khakim, S.Pd.I. MSI. selaku Kepala MIN 1 Gunungkidul memberikan semangat kepada guru MIN 1 Gunungkidul yang lolos seleksi untuk tetap optimis. "Niatkan untuk madrasah di Indonesia. Apapun hasilnya nanti kita telah berusaha dengan mengikuti setiap tahapan seleksi," ugkapnya. Sesuatu yang patut disyukuri adalah dengan mengikuti kegiatan seleksi secara tidak langsung mendapatkan pelatihan menyusun soal HOTS. "Maka cintailah setiap pekerjaan tanpa batas," pungkas Fuatul. (fad/tsa/yas)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti