Tiga Guru MIN 1 Gunungkidul Ikuti Pembekalan Seleksi Calon Penulis AKMI Tahun 2022

  Jumat, 11 Februari 2022    Bacakan Berita     291 
Foto Tiga Guru MIN 1 Gunungkidul Ikuti Pembekalan Seleksi Calon Penulis AKMI Tahun 2022
Penny Persahini, Tim Pelaksana Teknis Komponen 2 MEQR memberikan pembekalan seleksi calon penulis AKMI 2022

Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Revolusi pembelajaran saat ini telah mencapai pada 4.0 yaitu learners as connectors, creators and constructivist. Pendidik saat ini berperan sebagai pembimbing siswa dalam menemukan sumber pembelajaran terbaik. Di tengah derasnya arus informasi yang ada di dunia maya saat ini, peran pendidikan diperlukan agar siswa cakap dalam literasi digital. Sehingga perlu dilakukan usaha perbaikan pembelajaran yang salah satunya dapat dicapai melalui Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI). Program AKMI dimulai dari penyusunan asesmen framework yang terdiri dari penulisan butir soal, validation dan review serta revisi dan finalisasi. Selanjutnya dari hasil AKMI didapatkan laporan diagnosis kompetensi siswa untuk kemudian dilakukan rekomendasi perbaikan pembelajaran.

Beranjak dari permasalahan tersebut, Kementerian Agama RI mengadakan seleksi penulis soal AKMI 2022. Dari total pendaftar 5256, terpilih 3762 peserta yang lolos seleksi tahap 1. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: 918 peserta dari instrumen literasi membaca, 841 peserta dari instrumen literasi numerasi, 893 peserta dari instrumen literasi sains dan 1.110 peserta dari instrumen literasi sosial budaya. Panitia seleksi mengadakan pengantar kegiatan seleksi tahap 1 penulisan butir soal AKMI. Acara dilakukan secara daring melalui kanal Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube AKMI Kemenag. Penny Persahini Sidik selaku Anggota Tim Pelaksana Teknis Komponen 2 MEQR (Madrasah Education Quality Reform) membuka acara dengan memperkenalkan masing masing anggota tim setiap literasi. "Selamat kami ucapkan kepada bapak ibu yang telah berhasil lolos seleksi tahap satu. Mari bersama kita belajar bersama dengan serius, tangguh dan disiplin yang kuat," ucapnya. Selanjutnya Penny memberikan pemaparan mengenai penilaian terhadap penulisan stimulus dan butir soal sesuai ketentuan konstruksi sebagai acuan calon penulis yang lolos seleksi tahap dua.

Kepala MIN 1 Gunungkidul, Fuatul Khakim, S.Pd.I. MSI. memberikan apresiasi kepada tiga Guru MIN 1 Gunungkidul yang lolos seleksi tahap satu. Fuatul berpesan agar memperhatikan setiap detail ketentuan panitia seleksi. "Cermati apa yang diminta oleh panitia. Tetapkan pilihan sebagai pengisian identitas instrumen. Satu stimulus dengan ketentuan 150 hingga 250 kata yang diturunkan menjadi tiga soal dengan bentuk yang berbeda," ujarnya.

Fuatul meminta dalam penulisan stimulus untuk melihat fenomena riil yang terjadi di lapangan. Akan lebih bagus lagi jika stimulus merupakan kejadian nyata yang dialami oleh siswa. Selanjutnya untuk bobot soal juga harus disesuaikan dengan tingkat peserta didik Madrasah Ibtidaiyah serta jangkauannya karena nantinya soal ini akan diterapkan bagi seluruh siswa madrasah di Indonesia. (fad/tsa/yas)

Penulis : MIN Ngawen/MIN 1

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul