The Beauty of Red Batik, Mahakarya Siswi MTsN 4 Gunungkidul Transformasi Wastra DIY dalam Balutan Gotik Victoria

  Jumat, 26 Desember 2025    Bacakan Berita     53 
Foto The Beauty of Red Batik, Mahakarya Siswi MTsN 4 Gunungkidul Transformasi Wastra DIY dalam Balutan Gotik Victoria
Mahakarya Siswi MTs N 4 Gunungkidul

Kulon Progo (MTsN 4 Gunungkidul) – Selasa, (23/12/2025) menjadi puncak dari sebuah perjalanan kreatif yang panjang bagi Sekar Biu Riyanto, siswi kelas 8B MTsN 4 Gunungkidul. Dalam ajang Lomba Karya Busana dan Peragaan Busana Wastra Nusantara DIY yang digelar di MAN 2 Kulon Progo, Sekar berhasil memukau publik melalui busana pesta yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat akan nilai filosofis dan kemandirian berkarya.

Keistimewaan busana ini terletak pada proses pembuatannya yang dilakukan secara autentik oleh tangan siswi sendiri. Dimulai sejak bulan September hingga Oktober 2025, Sekar menempuh proses panjang dalam menciptakan motif kainnya. Ia melakukan modifikasi terhadap dua motif besar Nusantara, yaitu Parang dan Kawung. Secara filosofis, motif Parang yang melambangkan jalinan yang tidak pernah putus serta semangat perjuangan, dipadukan dengan motif Kawung yang melambangkan kesempurnaan dan kemurnian.

Keunikan motif ini semakin diperkaya dengan sentuhan motif bunga mawar yang disisipkan sebagai simbol keindahan dan kelembutan. Di bawah pengawasan guru pembimbing, Sekar melewati setiap tahapan teknis pembuatan batik secara tekun, mulai dari tahap mendesain di atas kain, membuat pola, proses mencanting malam, pewarnaan yang teliti, hingga penjemuran. Kain hasil karyanya inilah yang kemudian menjadi bahan utama busana yang ia peragakan.

Dalam hal desain busana, Sekar mengambil inspirasi yang sangat spesifik, yaitu gaya Gotik Victoria. Gaya busana ini merupakan penggabungan antara estetika megah era Victoria dengan sentuhan gelap dan dramatis dari subkultur gotik yang berkembang di Inggris pada tahun 1970-an. Dengan dominasi warna merah, gaun "The Beauty of Red Batik" ini menampilkan siluet yang anggun namun kuat, menciptakan jembatan antara budaya tradisional Yogyakarta dan tren mode global yang ikonik.

Partisipasi dalam ajang pelestarian Wastra Nusantara DIY ini bukan sekadar mengikuti lomba, melainkan langkah nyata MTsN 4 Gunungkidul dalam membangun portofolio karya kreatif siswanya. Keberhasilan Sekar Biu Riyanto dalam mendesain motif batik sekaligus merancang busana pesta ini merupakan bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu bersaing di industri kreatif, khususnya bidang desain.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus berani berkarya dan berinovasi dalam bidang apapun. Dengan menanamkan nilai-nilai kreativitas sejak dini, MTsN 4 Gunungkidul berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga terampil dalam melestarikan budaya bangsa melalui karya-karya kontemporer yang relevan dengan perkembangan zaman.(gr)

Penulis : MTsN Wonosari/MTsN 4

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul