Tawakal dan Qonaah Kunci Miliki Mental Sehat

  Jumat, 28 Agustus 2020    Bacakan Berita     1170 
Foto Tawakal dan Qonaah Kunci Miliki Mental Sehat

Gunungkidul (Kankemenag) – Adanya Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, berdampak besar ke berbagai sektor, seperti, ekonomi, pendidikan, politik juga aktivitas peribadatan seperti ibadah Haji. Di Tahun 2020 ini pemerintah RI resmi melakukan pembatalan pemberangkatan jemaah haji tahun keberangkatan 1441H/ 2020M. Adanya pembatan ini tentu berdampak kepada kondisi mental para jemaah, oleh karena itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul mengadakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Perhajian dan Pembinaan Mental Jemaah Haji, Jumat (28/8/2020).

Hadir sebagai pemateri Kepala Kankemenag Gunungkidul Arief Gunadi. Dalam materinya Arief menyampaikan dua hal yang perlu dilakukan para jemaah haji agar mentalnya senantiasa sehat, meski pada situasi ini.

“Pertama mari bersama-sama untuk tawakal, kemudian qonaah. Tawakal yang berarti berserah diri lalu qonaah yang berarti menerima apa adanya. Bapak Ibu berserah diri belum dapat berangkat haji tahun ini karena ada Pandemi Covid-19, namun tetap menerima dengan lapang dada karena yakin ini adalah ketentuan yang telah Allah berikan kepada Bapak Ibu sekalian,” terang Arief.

“Jika bapak dan ibu dapat berserah diri dan menerima keadaan ini dengan lapang dada, maka bapak ibu akan dapat menata hati, menata fikiran, yang tentunya akan berimbas positif pada mental bapak ibu sekalian,” tambahnya.

Sebaik-baiknya rencana, Allah SWT mempunyai rencana yang lebih baik untuk para hambanya, begitu pun yang terjadi pada pembatalan keberangkatan Haji tahun 1441H/2020M. “Sabar, ikhlas, istiqomah, tawakal, dan qonaah adalah sikap yang dapat membuat mental bapak ibu menjadi tetap terjaga kesehatannya,” jelas Arief.

Sebelum mengakhiri materinya Arief juga berpesan kepada para jemaah untuk senantiasa berdzikir mengingat Allah. “Berdzikir membuat hati kita menjadi tenang, ketika hati kita tetang maka mental kita akan sehat,” pungkas Arief.

Kegiatan ini diikuti 31 jemaah haji dan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, seperti pengecekan suhu, menggunakan masker, dan menjaga jarak. (sna)

Penulis : Siti Nurafrianti

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul