Tantangan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum di Masa Depan

  Senin, 16 Juni 2025    Bacakan Berita     123 
Foto Tantangan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum di Masa Depan

Playen (Kankemenag Gunungkidul) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul H. Mukotip S.Ag M.Pd.I menghadiri rapat koordinasi Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag DIY, Senin (16/6/2025) di Playen.

Mukotip menyampaikan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum menghadapi berbagai tantangan signifikan di masa depan, terutama dengan perkembangan zaman yang begitu pesat. Adapun beberapa tantangan utama yang perlu diantisipasi dan diatasi pertama, perubahan paradigma dan kurikulum, diantaranya relevansi materi, pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif, serta integrasi teknologi.

Kedua, kualitas Sumber Daya Manusia (Guru). Guru PAI harus meningkatkan kompetensi profesional. Ketiga, pengaruh media sosial dan informasi bebas. “Siswa rentan terpapar disinformasi dan hoaks terkait agama dari media sosial. Guru PAI harus membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan membedakan antara ajaran yang benar dengan yang menyimpang,” katanya.

Keempat, tantangan karakter dan moral. Guru PAI harus mampu menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, toleransi, empati, dan tanggung jawab sosial pada siswa.

Kelima, kolaborasi dengan berbagai pihak seperti peran keluarga, kerja sama dengan komunitas dan dukungan kebijakan pemerintah.

Menghadapi tantangan ini memerlukan pendekatan yang komprehensif, inovatif, dan kolaboratif dari semua pihak yang terlibat dalam ekosistem pendidikan.

Hadir Kepala Bidang PAKIS Kanwil Kemenag DIY H. Aidi Johansyah S.Ag MM beserta jajaran.(sgt)

Penulis : Sigit

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul