Karangmojo (MTsN 8 Gunungkidul) -- Kepedulian terhadap sisa hasil produksi atas kegiatan kita setiap hari berupa sampah mendapat respons yang cukup sensitif, sehingga diabadikan menjadi salah satu hari yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Ialah Hari Peduli Sampah, yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Terkait dengan hal tersebut MTsN 8 Gunungkidul (Madsaka) memaknainya dengan cara melakukan pemilahan sampah yang terdapat di tempat pembuangan akhir (TPA) madrasah. Gerakan pemilahan sampah di TPA madrasah ini dikomando oleh Waka Kesiswaan, Sakbani pada hari Sabtu (20/2/2021).
Terpantau selama ini sampah menjadi hal yang sangat merisaukan apabila tidak ditangani dengan benar, tak terkecuali di MTsN 8 Gunungkidul. Kondisi pembelajaran daring tidak berarti sampah juga ikut daring, sehingga madrasah bebas sampah. Kesempatan tersebut digunakan oleh tim adiwiyata madrasah sebagai sarana untuk mendapatkan nilai tambah dalam hal pengolahan sampah. Bersama beberapa kader adiwiyata, kegiatan pemilahan sampah dapat terlaksana dengan baik. Ada beberapa jenis sampah yang berhasil dipisahkan dan ditempatkan pada tempat yang semestinya. Sampah organik yang paling banyak dikumpulkan, yang pada akhirnya akan diproses dan dijadikan pupuk kompos. Sedangkan sampah plastik dan kertas tidak terlalu banyak karena sejak tiga tahun berjalan madrasah sudah mencanangkan gerakan minimalisasi sampah plastik.
“Ternyata mengais sampah juga perlu belajar ya, belajar menahan bau tidak sedap akibat timbunan sampah,” ujar Jingga, siswa kader adiwiyata Madsaka. Bersama beberapa kader lainnya ia belajar bagaimana berteman dengan sampah. “Melalui kegiatan ini kalian tentu dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi tukang sampah. Maka kita harus berterima kasih kepada mereka yang sudah membantu kita menampung sampah kita setiap hari,” Tambah Sakbani.
Melalui kegiatan pemilahan sampah ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan terutama dalam memperlakukan sampah. Selain itu juga ikut melestarikan alam dari berbagai jenis sampah yang tidak dapat terurai. Sebagai siswa kader adiwiyata selanjutnya dapat memberi teladan bagi siswa lain mulai dari membuang sampah pada tempatnya, pemilahan sampah, dan pengolahannya.(mmn)
Penulis : MTsN Karangmojo/MTsN 8
Editor : Siti Nurafrianti