Patuk (MIN 7 Gunungkidul) -- “Bersama Belajar Menerima Diri, Berpisah Meraih Cita-Cita” menjadi tema wisuda MIN 7 Gunungkidul tahun kali ini. Tema tersebut bermakna sebagai afirmasi positif terkait dengan pencapaian yang telah dilalui pada titik kali ini sebagai batu loncatan untuk lebih baik lagi guna meraih asa dimasa depan.
Kegiatan diselenggarakan pada hari Kamis (13/6/2024) di Ruang Aula MIN 7 Gunungkidul. Acara dimulai kurang lebih pukul 08.00 WIB dipandu oleh Ismail Affandi H, S.Pd.I selaku pembawa acara dalam kesempatan tersebut. Diawali dengan doa bersama kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di-conductory oleh Isnaini Aisyiah berhasil dibawakan dengan khidmat.
Selanjutnya merupakan acara inti, yakni prosesi wisuda dipandu oleh Samirah, S.Pd, Ijazah diserahkan langsung oleh Sunaryanti, S.Pd.I selaku kepala madrasah sebagai bentuk apresiasi serta pengakuan akademik bagi wisudawan.
Setelah semua prosesi tersebut selesai, dilanjutkan beberapa sambutan sebagai kata perpisahan serta harapan dimasa depan. Sambutan pertama, oleh kepala madrasah. Dalam sambutanya Sunaryanti menitipkan pesan agar seluruh wisudan tetap merawat semangat belajar guna mewujudkan impian mereka. “Ibu ucapkan selamat dan sukses untuk hari kedepan. Hari ini merupakan hari dimana kalian secara resmi dikembalikan, dipasrahkan kembali kepada orang tua kalian semua. Terus lanjutkan pendidikan setinggi tinginya guna meraih cita. Terakir pesan ibu, meski hari ini kalian resmi di lepas dari madrasah kita tercinta ini, hubungan silaturahmi jangan sampai terputus. Tetap bina dan jalin silaturahmi dengan madrasah, dengan bapak ibu guru," ungkapnya..
Selanjutnya sambutan kedua dari Ali Sadikin selaku ketua Komite dan Perwakilan Wisudawan. Ali berpesan agar dapat selalu merawat madrasah. Menurut Ali MIN 7 Gunungkidul harus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat karena secara umum memiliki nilai historis dengan masyarakat lingkungan madrasah. “Jangan 100% orang tua nurut kepada anak. Memang mereka yang akan menjalani pendidikan mereka, tapi kita sebagai orang tua juga selayaknya dapat memberikan arahan yang baik. Di era yang serba modern ini, menurut saya madrasah mampu menjadi salah penjaga ahlak anak-anak kita. Mendapat pendidikan dengan nilai-nilai dunia akhirat itu juga sangat penting," tuturnya.
Sebelum acara ditutup dengan hiburan tari pelajar pancasila dari anak-anak kelas I dan kelas VI. Sambutan terakhir dari Sri Rahmiati, M.Pd selaku pengawas madrasah. Dalam sambutanya Sri berpesan terkait dengan pentingnya pendidikan karakter guna beradaptasi di era transformasi teknologi dewasa ini. “Gunakan teknologi sebagai media / sarana menambah ilmu-ilmu yg baik dan positif. Pergeseran gaya komunikasi, arus konten sosial media yang serba cepat ini sedikit banyak tentu akan berdampak dengan anak-anak kita. Orang tau harus mampu memberi contoh, serta selalu mendampingi anak dalam bersosialisasi dalam media sosial agar dapat memastikan anak-anak kita selalu mendapatkan informasi yang baik dan positif dari Internet," pesan Sri.
Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan membaggakan tentunya bagi semua yang hadir. Terlebih ketika para wisudawan menyampaikan pidato perpisahan dan menyanyikan lagu selamat tinggal guru dan kawanku. Menambah suasa pecah mengarukan sekaligus membahagiakan. Rangkaian acara perpisahan selesai kurang lebih pukul 11.00 WIB ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan siang bersama. (ph)
Penulis : MIN Patuk/MIN 7
Editor : Siti Nurafrianti