Wonosari (MTsN 4 Gunungkidul) -- Dalam rangka mengedukasi stop bullying pada siswa-siswi MTsN 4 Gunungkidul untuk tidak melakukan bullying kepada teman-temanya. MTsN 4 Gunungkidul mengadakan sosialisai STOP Bullying yang bekerja sama dengan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan sosialisasi stop bullying diikuti oleh kelas 7 dan kelas 9 berjumlah 384 siswa pada Senin (31/7/2023).
Puri Aprimardianti, Pemateri dari PPAI menuturkan bahwa ada 4 bentuk kekerasan yaitu kekerasan fisik, kekerasan non fisik, kekerasan seksual dan penelantaran/pengabaian. Hal tersebut di bahas tuntas dalam sosialisasi tersebut.
WakaUr Kesiswaan, Arum Setyaningsih, S.Pd.I., saat ditemui menyampaikan tujuan sosialisasi stop bullying ini memberikan informasi kepada para siswa-siswi mengenai apa pengertian perundungan (bullying) serta penyebab dan dampaknya. Pada intinya, isi dari kegiatan ini adalah untuk menjelaskan kepada siswa tentang besarnya dampak perundungan di lingkungan madrasah. Perundungan biasanya bertahan dikarenakan pemakluman dari kelompok masyarakat terhadap suatu tindakan perundungan tanpa memikirkan dampak psikologis yang diterima oleh korban. Madrasah harus memberantas perundungan dan kekerasan baik yang dilakukan oleh kakak kelas, adik kelas, teman sebaya dan guru di kelas.
Kita semua ingin lingkungan kita aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga, kita dapat bebas belajar dan berkreasi. Dampak perundungan ini sangat berat bagi korban, pelaku, guru, maupun orang tua karena lebih bersifat psikis dan emosional. “Kami berharap sosialisasi ini bisa bermanfaat bagi seluruh siswa dan dapat memberikan pemahaman agar tidak melakukan bullying kepada teman-temanya karena itu juga merupakan salah satu perilaku buruk,” ujar Arum.(eaf)
Penulis : MTsN Wonosari/MTsN 4
Editor : Siti Nurafrianti