Siswa MTsN 3 Gunungkidul Tekuni Kitab Safinatun Najah, Upaya Lestarikan Tradisi Keilmuan Islam

  Rabu, 14 Januari 2026    Bacakan Berita     15 
Foto Siswa MTsN 3 Gunungkidul Tekuni Kitab Safinatun Najah, Upaya Lestarikan Tradisi Keilmuan Islam

Semanu (MTsN 3 Gunungkidul) — Suasana khidmat menyelimuti halaman MTsN 3 Gunungkidul pada Senin pagi (12/1/2026). Di bawah langit yang berselimut awan tipis, ratusan siswa tampak khusyuk mengikuti kegiatan pembiasaan Qiroatul Kutub dengan membaca dan mengkaji Kitab Safinatun Najah. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Sukron dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Semanu.

Para siswa menyimak dengan penuh perhatian setiap bait dan penjelasan yang disampaikan. Kitab Safinatun Najah, sebagai salah satu kitab dasar fiqih ibadah, dipilih untuk memperkuat pemahaman keagamaan siswa agar fondasi ibadah mereka senantiasa sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Kegiatan Qiroatul Kutub ini ditegaskan bukan sekadar rutinitas formal, melainkan bagian dari strategi madrasah dalam melestarikan tradisi keilmuan Islam klasik di tengah pesatnya perkembangan era digital. Fokus utama kegiatan ini adalah membekali siswa dengan pemahaman ubudiyah yang benar sekaligus menanamkan kecintaan terhadap khazanah keilmuan pesantren.

Kehadiran Sukron memberikan nuansa tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dengan penyampaian yang lugas dan komunikatif, materi fiqih yang tergolong mendalam mampu disampaikan secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh para siswa.

Salah satu guru pendamping, Wahyu Fitrianingsih menyampaikan harapannya agar kegiatan pembiasaan ini terus dilaksanakan secara konsisten. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin. Tujuannya jelas, yakni mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mutafaqqih fiddin, generasi yang benar-benar memahami dan mengamalkan ilmu agama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan rutin ini, MTsN 3 Gunungkidul optimistis dapat melahirkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan Islam. (why/kho)

Penulis : MTsN Semanu/MTsN 3

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul