Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) — MIN 4 Gunungkidul mengajarkan nilai kepedulian dan empati kepada siswa melalui kegiatan kado silang. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan sikap saling berbagi dengan ikhlas, sekaligus melatih siswa agar mampu bersyukur atas apa yang diterima. Selasa, (6/1/2026).
Melalui kado silang, siswa diajak memahami bahwa berbagi tidak selalu tentang nilai atau bentuk hadiah, melainkan tentang keikhlasan dan rasa peduli terhadap sesama. Dengan menanamkan keikhlasan sejak dini, diharapkan siswa terhindar dari sifat tamak dan rakus, serta tumbuh rasa kesetiakawanan dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut menjadi pondasi penting dalam mencegah munculnya perilaku perundungan (bullying) yang kerap menjadi sorotan di berbagai pemberitaan nasional.
Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa yang penuh kasih sayang. Ia menekankan pentingnya sikap saling memberi dan menerima sebagai wujud kepedulian antar sesama.
“Kegiatan ini mengajarkan anak-anak untuk saling menyayangi, menghargai, dan menjauhi perilaku bullying yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. STOP BULLYING menjadi pesan utama yang ingin kami tanamkan,” tegasnya.
Melalui kegiatan kado silang ini, MIN 4 Gunungkidul berharap siswa semakin memiliki empati, sikap toleran, serta mampu menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.
Penulis : MIN 4 Gunungkidul
Editor : Putri HS