Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) -- Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu negara untuk bersaing di dunia internasional. Sehingga diperlukan berbagai macam upaya untuk menjaga kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan menjaga kesehatan dan sebagai langkah preventif terhadap penyakit radang otak yang tercermin dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor HK.01.07/MENKES/1462/2023 tentang Pemberian Imunisasi Japanese Echepalitis di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten/Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2023-2024.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari laman Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Pelaksanaan introduksi imunisasi Japanese Encephalitis akan dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mulai Tahun 2024. Hal ini ditindaklanjuti oleh Puskesmas Ngawen II yang memberikan imunisasi JE kepada siswa MIN 1 Gunungkidul. Semula, kegiatan imunisasi JE dijadwalkan pada tanggal 10 Oktober 2024, namun karena terdapat pertukaran jadwal dengan SMP N 4 Ngawen, imunisasi MIN 1 Gunungkidul diundur menjadi tanggal 17 Oktober 2024.
Pelaksanaan imunisasi JE di MIN 1 Gunungkidul dimulai pada pukul 08:00 WIB dan berlangsung selama 2 jam. Secara berurutan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 satu persatu bergantian memasuki ruang imunisasi yang menggunakan ruang kelas 1A. Saat masuk, siswa diperiksa screening kesehatan oleh tim petugas dari Puskesmas Ngawen II yang berjumlah tiga orang. Jika lolos skrining, siswa diarahkan menuju meja imunisasi. Terdapat 2 petugas yang memberikan imunisasi kepada siswa. Setelah diberikan imunisasi, siswa mendapatkan parasetamol yang dapat diminum jika terdapat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Selanjutnya, siswa keluar ruangan imunisasi dan berjalan menuju ruang observasi.
Guru UKS MIN 1 Gunungkidul Muh Fadholi S.Pd.I menyampaikan pelaksanaan imunisasi kali ini berjalan sangat lancar. "Seluruh siswa menjalankan imunisasi dengan berani, tidak ada satupun yang menangis," ujarnya. Hingga berita ini ditulis (Jumat 18/10/2024) atau satu hari pasca imunisasi, tidak ada KIPI yang ditemukan. (tim)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti