Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Momentum Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag RI menjadi tahun emas bagi MIN 1 Gunungkidul. Setelah sukses meraih penghargaan Adiwiyata Nasional, madrasah ini kembali mengukir prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai finalis dalam lomba Video Ekoteologi tingkat Kabupaten Gunungkidul pada Senin (22/12/2025).
Keberhasilan menjadi finalis lomba video ini merupakan perpaduan antara kecakapan teknologi dan implementasi nyata pelestarian lingkungan di madrasah. Narasi video yang diusung mengangkat tema "Ekoteologi", yakni konsep ketuhanan yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap alam semesta. Hal ini menjadi cerminan nyata dari semangat seluruh warga madrasah dalam menjaga kelestarian bumi sebagai bagian dari perwujudan iman.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas capaian ganda tersebut. Menurutnya, penghargaan Adiwiyata Nasional adalah bukti kerja keras seluruh pihak dalam menjaga lingkungan, sementara terpilihnya madrasah sebagai finalis lomba video menjadi sarana untuk menyebarkan pesan positif tersebut. Capaian ini dipandang sebagai kado terindah bagi seluruh keluarga besar madrasah dalam memperingati hari lahir Kementerian Agama.
Kesuksesan ini tidak lepas dari kolaborasi apik antara tim kreatif dan tim lingkungan madrasah. Produksi video dikawal ketat oleh Mohamad Akyas selaku koordinator lomba video yang bertanggung jawab atas visualisasi konsep, serta Widodo Raharjo selaku koordinator Adiwiyata yang memastikan substansi praktik lingkungan sesuai standar pelestarian alam yang autentik.
Dalam video tersebut, digambarkan bagaimana warga madrasah menerapkan nilai-nilai religius dalam mengelola sampah, merawat taman, hingga menghemat energi. Keterlibatan aktif siswa dalam menjaga ekosistem madrasah menjadi poin kunci yang menarik perhatian dewan juri. Dengan status sebagai sekolah Adiwiyata Nasional, karya ini diharapkan menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Indonesia untuk terus berinovasi dalam mengampanyekan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Putri HS