Gunungkidul (Kankemenag) – Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS Konten Pemberdayaan Ekonomi Umat di Bejiharjo Edupark, Senin (24/8/2020). Hadir sebagai narasumber sekaligus membuka kegiatan ini Kepala Kankemenag Gunungkidul Arief Gunadi.
Arief mengatakan masa pandemi Covid-19 ini adalah masa yang menyulitkan banyak sektor, seperti sektor ekonomi, pendidikan, kebudayaan, bahkan politik. “Yang paling dominan adalah masalah ekonomi, kenapa penyuluh agama difokuskan dalam hal ini juga, karena penyuluh tidak semerta-merta memberikan pemahaman tentang agama saja, tapi lebih dari itu untuk mengembangkan wawasan dan memperluas wilayah perjuangan diantaranya, berbicara tentang ekonomi keumatan,” paparnya.
Seperti yang diungkapkan sebelumnya, Arief berharap bahwa seorang Penyuluh Agama Islam, selain menyebarkan dakwah namun juga mampu menjadi motivator dan mediator warga binaan dalam hal pemberdayaan ekonominya.
“Seorang penyuluh harus sensitif dalam menangkap dan mengakses peluang-peluang yang diberikan pemerintah dalam aspek apapun, termasuk simpan pijam Bank Pemerintah,” tambah Arief.
Sebelum mengakhiri pembicaraannya Arief mengatakan seorang penyuluh haruslah kuat. “Kuat aqidah, kuat ekonomi, Penyuluh Agama Islam juga harus kaya, kaya hati, kaya pikiran, dan kaya perasaan,” tandasnya.
Sebelumnya Kasi Bimas Islam Kankemenag Gunungkidul Supriyanto menjelaskan kegiatan ini merupakan pembinaan di tahun 2020 dalam konten pemberdayaan ekonomi umat. “Output diadakannya pembinaan ini kedepan diharapkan penyuluh sebagai motivator masyarakat dapat mengedukasi kepada masyarakat, mensinergikan program keagamaan dengan program peningkatan ekonomi umat,” pungkas Supriyanto. (sna)
Penulis : Siti Nurafrianti
Editor : Siti Nurafrianti