Madinah (Humas Kemenag DIY)—Secara maraton Ketua Kloter 21-SOC Yosep Muniri didampingi TPIHI, TKHI dan PHD melakukan persiapan dan pemantapan kegiatan pada dua hari terakhir di Madinah. “Mulai pagi pukul 08.00 WAS sampai pukul 14.00 WAS, lima lantai tempat menginap jemaah Kloter 21-SOC yang merupakan gabungan Gunungkidul dan Sleman disambangi untuk memberikan informasi dan pengarahan yang diperlukan,” ujar TPIHI Abdul Halim dalam rilis yang diterima Humas Kemenag DIY, Sabtu (25/6/2022) malam waktu Indonesia.
Ketua Kloter Yosep Muniri mengawali dengan memberikan penjelasan hal ihwal tentang persiapan masuk Raudhah bagi jemaah. Dari tasreh yang diterima, jemaah laki-laki dijadwalkan pada Ahad (26/6/2022) dinihari pukul 00.30 WAS, sedangkan jemaah perempuan dijadwalkan pada Ahad pagi pukul 08.00 WAS. Jemaah diharapkan sudah siap di lokasi masing-masing satu jam sebelum jadwal. “Selanjutnya untuk persiapan ke Makkah, jemaah diharapkan sudah menyiapkan koper di depan kamar masing-masing paling lambat hari Ahad jam 22.00. Jemaah diharapkan sudah mandi dan mengenakan ihram sejak dari hotel dan siap di lobi hotel jam 07.00 untuk bersama-sama bergerak menuju miqat di Bir Ali,” terang Abdul Halim.
Pihaknya juga menyegarkan kembali pengetahuan jamaah tentang manasik haji untuk memastikan jamaah memahami seluruh rukun, syarat, wajib dan larangan haji. Pada kesempatan ketiga dr. Akmal Falah Iltizam menyampaikan empat hal yang perlu diketahui jamaah dalam persiapan menjelang dalam perjalanan dari Madinah menuju Makkah yaitu bagi jamaah yang sedang menjalani pengobatan jantung atau tekanan darah tinggi dengan jenis obat diuretik seperti furosemide, spironolakton, hidroklorotiazide dimana obat tersebut memicu produksi urine berlebih.
“Sehingga beresiko meningkatkan frekuensi buang air kecil lebih sering, maka disarankan untuk diatur ulang waktu mengkonsumsi obatnya yaitu saat sore hari sesudah perjalanan bus supaya tidak mengurangi kenyamanan dalam perjalanan dikarenakan situasi yang belum tentu bus sewaktu-waktu berhenti di rest area untuk memberi kesempatan jamaah ke kamar mandi,” ujarnya.
Selain itu, jemaah juga disarankan untuk menghindari zat diuretik alami yang terdapat dalam teh, kopi dan buah pisang dengan cara menghindari makanan dan minuman tersebut sebelum memulai perjalanan karena bisa beresiko membuat frekuensi BAK lebih sering. “Juga menghimbau kepada jemaah untuk mempersiapkan diri perbekalan obat - obatan anti mual muntah bagi yang mudah mabuk perjalanan. Serta menginformasikan bahwa di Makkah nanti akan dibuka posko layanan kesehatan dimana posko tersebut akan satu lantai dengan kamar jamaah sehingga lebih memungkinkan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih optimal, efektif serta holistik dengn memperhatikan kebutuhan biopsikososio kultural masing-masing jemaah,” ungkapnya.
Diakhir pertemuan, perangkat kloter mengingatkan agar semua jemaah senantiasa menjaga kondisi lahir dan batin secara maksimal, dalam rangka untuk meraih predikat haji yang mabrur. (ah/bap/and)
Sumber: https://diy.kemenag.go.id/25078-segarkan-pemahaman-manasik-dan-kesehatan-haji-petugas-kloter-21-soc-terus-dampingi-jemaah.html
Penulis : Andi Eko
Editor : Siti Nurafrianti