Sambutan Hangat di Gerbang Madrasah: MIN 1 Gunungkidul Terapkan Budaya 5S

  Selasa, 11 November 2025    Bacakan Berita     11 
Foto Sambutan Hangat di Gerbang Madrasah: MIN 1 Gunungkidul Terapkan Budaya 5S
Kegiatan sambut mentari pagi oleh Kepala MIN 1 Gunungkidul pada Senin (10/11/2025) pagi.

Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Pemandangan berbeda dan penuh kehangatan terlihat setiap pagi di gerbang utama MIN 1 Gunungkidul. Kepala Madrasah, Risdiyanto, bersama sejumlah guru dan staf pegawai, secara rutin menyambut kedatangan para murid dengan menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Aksi yang dilakukan pada Senin (10/11/2025) pagi ini tidak sekadar sambutan, melainkan sebuah program pembentukan karakter yang bertujuan menanamkan etika dan semangat positif pada diri siswa sejak langkah pertama mereka memasuki lingkungan madrasah. Setiap murid disambut dengan senyum tulus, sapaan hangat, dan kesempatan bersalaman (Salam) dengan Bapak/Ibu Guru.

Risdiyanto menegaskan bahwa pembiasaan 5S adalah kunci utama untuk membangkitkan energi belajar yang luar biasa. "Dengan 5S, kami punya harapan untuk memberi semangat yang luar biasa kepada para siswa agar belajar dengan semangat untuk mencapai Tahun Keemasan," ujarnya.

Tahun Keemasan yang dimaksud adalah periode di mana madrasah dan murid-muridnya mampu menorehkan prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun nonakademik, sekaligus memiliki karakter mulia.

Menurut Risdiyanto, Senyum dan Sapa menciptakan iklim positif dan kenyamanan psikologis, sehingga siswa datang tanpa beban dan siap menyerap ilmu. Sementara Salam dan Santun menumbuhkan rasa hormat dan menghargai antarsesama, serta menguatkan ikatan kekeluargaan. Adapun Sopan, menjadi dasar akhlakul karimah yang akan membimbing siswa meraih kesuksesan sejati.

"Prestasi yang besar hanya akan diraih oleh orang-orang yang berani bermimpi besar. Semangat harus dibangun dari hal-hal kecil, seperti senyum dan sapaan tulus setiap pagi," tambah beliau.

Para murid terlihat antusias dan lebih bersemangat saat memasuki madrasah, dan pembiasaan sederhana ini diharapkan konsisten menjadi budaya madrasah. (risdiy)

Penulis : MIN Ngawen/MIN 1

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul