Sambut Zulhijah, MTsN 2 Gunungkidul Ikuti Pengajian Rutin Instansi Kapanewon Ponjong

  Senin, 10 Juni 2024    Bacakan Berita     104 
Foto Sambut Zulhijah, MTsN 2 Gunungkidul Ikuti Pengajian Rutin Instansi Kapanewon Ponjong
Ustadz Aminudin Agung Nugroho sedang menyampaikan mauidhoh hasanah

Ponjong (MTsN 2 Gunungkidul) – MTs Negeri 2 Gunungkidul kembali mengikuti pengajian rutin instansi Kapanewon Ponjong. Pengajian rutin ini merupakan pengajian putaran ke-110 yang bertempat di Aula Pondok Pesantren Baitul Qur’an Jogja pada Rabu (5/6/2024). Peserta pengajian adalah perwakilan dari dinas, instansi, dan perangkat kalurahan se-kapanewon Ponjong.

Dalam sambutannya Panewu Kapanewon Ponjong Irwan Triwibowo, S.Sos, MM mengapresiasi dan menyampaikan ungkapan terima kasih khususnya kepada KUA Kapanewon Ponjong serta Pondok Pesantren Baitul Qur’an yang telah memfasilitasi kegiatan pengajian instansi putaran ini. “Pengajian putaran berikutnya harapan kami akan lebih banyak lagi pesertanya serta dapat dimulai tepat waktu agar ketugasan pelayanan masyarakat dapat tetap berjalan dengan baik,” imbuh Irwan.

Mauidhoh hasanah pengajian disampaikan oleh Ustaz Aminudin Agung Nugroho yang menguraikan tentang sejarah ibadah kurban bertepatan dengan makin dekatnya bulan Zulhijah. Dalam uraiannya Aminudin juga menyampaikan syarat diterimanya ibadah kurban ada 2 yaitu ikhlas (hanya mencari rida Allah SWT) dan dilakukan dengan cara yang benar sebagaimana Allah dan Rasul-Nya sudah menentukan ketentuannya.

“Hikmah kurban bagi seorang Muslim adalah untuk menghidupkan sensor kesyukuran. Sebagaimana tertuang dalam Qur’an Surat Al Kautsar kesyukuran dapat dilakukan melalui memperbaiki hubungan dengan Allah dan mempunyai kepedulian sosial/berbagi kepada orang lain. Untuk itu, monggo ketika diberi kemampuan Allah SWT kita berkurban dengan kurban terbaik,” tandas Aminudin.

Sebagai motivasi penutup Aminudin mengingatkan pesan dari Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah bahwa semua orang yang berakal bersepakat kenikmatan tidak dapat diraih dengan kenikmatan. “Orang yang lebih suka bersenang-senang akan terluput darinya kesenangan. Kebahagiaan dan kelezatan diraih sesuai dengan beratnya perjuangan. Tidak mendapat kesenangan orang yang tak mau bersusah payah. Barangsiapa yang mau berletih di dunia ini maka ia akan istirahat dengan tenang di akhirat kelak,” pungkas Aminudin. (tim)

Penulis : MTsN Sumbergiri/MTsN 2

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul