Playen (MTsN 3 Gunungkidul) – Dalam upaya meningkatkan kualitas profesional pendidik sekaligus menjawab tantangan perubahan karakter peserta didik di era modern, lima guru MTsN 3 Gunungkidul mengikuti Seminar bertajuk “How To Be Great Teacher”. Kelima guru tersebut adalah Zainab Winarni, Siti Mudrikah, Khori Suhadaningsih, Widiastuti, dan Febrian Widya K.
Seminar yang berlangsung penuh antusias di Taman Budaya Gunungkidul ini menghadirkan pemateri nasional sekaligus International Certified Coach Entrepreneur & Business Owner, Syafii Efendi. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kompetensi guru dalam membentuk karakter dan pola pikir siswa yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam paparannya, Syafii Efendi menekankan pesan kunci bahwa perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan kecil. “Jika ingin mengubah nasib, maka ubahlah kebiasaannya,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan seorang pendidik maupun peserta didik tidak semata ditentukan oleh kecerdasan intelektual.
Syafii mengungkapkan fakta penting bahwa pengetahuan (knowledge) hanya berkontribusi sekitar 20 persen terhadap keberhasilan, sedangkan 80 persen sisanya ditentukan oleh lingkungan. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang positif, kondusif, dan membangun karakter.
“Jika ingin mengubah buahnya, maka ubahlah akarnya. Guru harus mampu menghadirkan lingkungan belajar yang sehat agar karakter siswa dapat tumbuh kuat dan berdaya saing,” ujar Syafii di hadapan para peserta seminar.
Untuk menjadi guru yang luar biasa (great teacher), Syafii memaparkan sepuluh langkah strategis yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Salah satunya adalah kemampuan guru untuk masuk ke dalam “the zone”, yakni kondisi fokus dan keterhubungan penuh dengan siswa saat mengajar.
Selain itu, peserta seminar juga diajak memahami pentingnya membangun koneksi batin dengan siswa, antara lain melalui komunikasi yang hangat dan kontak mata. Dalam hal kedisiplinan, Syafii memperkenalkan istilah unik “SADIS” sebagai akronim dari Sabar dan Disiplin, yang menekankan bahwa guru harus memiliki kesabaran tinggi namun tetap konsisten dan tegas dalam menegakkan aturan.
Menutup sesi yang inspiratif, Syafii Efendi menyampaikan pesan spiritual yang mendalam bagi para pendidik agar memiliki mental yang tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh opini negatif. “Berhentilah menjalani hidup dengan kata orang, mulailah jalani hidup dengan kata Tuhan,” pesannya, sebagai ajakan untuk mendidik dengan keikhlasan dan nilai-nilai religius.
Keikutsertaan guru-guru MTsN 3 Gunungkidul dalam seminar nasional ini diharapkan membawa dampak positif terhadap perubahan pola pembelajaran di kelas. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai mentor, teladan, dan inspirator yang mampu mengarahkan siswa dari kebiasaan kurang baik menuju budaya belajar yang berprestasi dan berkarakter. (kho)
Penulis : MTsN Semanu/MTsN 3
Editor : Putri HS