Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul menggelar Rapat Pimpinan Lengkap (Rapimleng) pada Senin (6/4/2026) di Lantai Dasar Masjid Agung Al-Ikhlas Wonosari.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Dr. H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I.,mengingatkan optimalisasi program prioritas (Asta Protas), penyediaan eviden kegiatan setiap bulan, serta percepatan capaian Zona Integritas (ZI-WBK) di madrasah dan KUA melalui inovasi layanan.
Pada kesempatan ini juga dibahas pentingnya respons cepat terhadap kebijakan nasional, khususnya terkait surat edaran Menpan RB mengenai Work From Home (WFH). Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini petunjuk teknis dari Sekjen Kemenag RI masih ditunggu.
Lebih lanjut, Mukotip mengingatkan agar seluruh jajaran menjalankan program prioritas (Asta Protas) secara optimal. Ia menegaskan bahwa evaluasi dari pemerintah pusat akan dilakukan secara berkala setiap dua bulan, sehingga setiap unit kerja diminta menyiapkan eviden kegiatan secara rutin setiap bulan.
Selain itu, ia juga mendorong percepatan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK), khususnya di lingkungan madrasah. “Pastikan seluruh madrasah melakukan submit dengan capaian nilai maksimal,” pesannya. Untuk jajaran KUA, Mukotip meminta agar inovasi layanan terus dikembangkan dan dievaluasi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Rapat kemudian dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Faqih Shomadi, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam sesi laporan, Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Sri, mengungkapkan bahwa permasalahan tanah wakaf di KUA Rongkop masih dalam proses penyelesaian. Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Zuhdan, menyoroti pentingnya penguatan program kerukunan umat dan deteksi dini konflik keagamaan melalui sistem Early Warning System (EWS) yang terintegrasi dalam aplikasi Lurik. Ia juga memperkenalkan inovasi ekoteologi “Keromo Aji” yang mendorong pasangan pengantin untuk berkontribusi dalam penghijauan melalui penanaman pohon.
Di sisi lain, Harsono melaporkan progres seleksi Agen Perubahan 2026 yang telah memasuki tahap penilaian administrasi. Para kandidat dijadwalkan memaparkan gagasannya pada Rabu pagi, dengan ketentuan peserta berasal dari ASN berstatus PNS.(sgt)
Penulis : Sigit
Editor : Putri HS