Nglipar (KUA Nglipar) - Gelaran Safari Tarawih yang dilaksanakan Kantor Urusan Agama Nglipar bersama Forum Kounikasi Pimpinan Kapanewon Nglipar sudah sampai pada putaran yang keempat, berlokasi di Masjid Al Mudzakaroh, Kepuhsari, Nglebak, Katongan, Nglipar, Gunungkidul pada Jumat (29/3/2024).
Usai Takmir Masjid Sukardi mengucapkan selamat datang, acara dilanjutkan sambutan dari Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas 1 Nglipar Hidayat Rahmatulloh AMK selaku Pimpinan Tim Safari Forkompimkap yang menyampaikan pesan untuk selalu waspada terhadap serangan nyamuk penyebab Demam Berdarah, dengan cara menjaga lingkungan agar tetap bersih dari sampah dan genangan air, serta menutup tempat-tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Acara dilanjutkan penyerahan kenang kenangan oleh Kepala KUA Nglipar Muhammad Syukur SHI kepada Takmir Masjid Al Mudzakaroh.
Hadir sebagai penceramah Penghulu Madya dari KUA Nglipar H. Nuryanto Ruaidi SAg MA yang mengangkat topik tentang Pentingnya Doa dalam Islam. “Sebagai makhluk dengan banyak kelemahan, kita membutuhkan Allah sebagai Sang Kholik Yang Maha Segalanya. Doa adalah kekuatan umat islam. Wilayah manusia adalah usaha atau ikhtiar, sedang keberhasilan adalah hak Allah," tuturnya.
Nuryanto menjelaskan, cara mengetuk pintu langit agar usaha kita berhasil adalah dengan doa. Doa adalah bentuk ibadah. "Bagaimana cara menjaga kualitas doa kita, yaitu dengan berdoa pada waktu-waktu mustajab, diantaranya sepertiga malam, setelah salat, antara 2 khutbah, saat hujan, saat safar, saat sahur dan berbuka. mendoakan orang lain juga merupaka upaya peningkatan kualitas doa, bertawasul serta menghindarkan diri dari penghalang doa, yaitu perbuatan dosa, makanan haram,dan memutus silatirahmi," ungkapnya. Tidak lupa di penghujung ceramahnya, bapak dari tiga anak ini menutupnya dengan doa.
Penulis : KUA Nglipar
Editor : Andi Eko