Putaran Kedua Pengajian Keluarga Besar MTsN 1 Gunungkidul, Gus Ashof : Pendidikan Budi Pekerti Menjadi Inti Tugas Guru

  Senin, 12 Desember 2022    Bacakan Berita     271 
Foto Putaran Kedua Pengajian Keluarga Besar MTsN 1 Gunungkidul, Gus Ashof : Pendidikan Budi Pekerti Menjadi Inti Tugas Guru
Kepala Madrasah MTs N 1 Gunungkidul saat menyampaikan sambutan

Gunungkidul (MTsN 1 Gunungkidul) -- MTsN 1 Gunungkidul melaksanakan pengajian keluarga besar guru dan pegawai putaran kedua tahun ajaran 2022/2023 pada Minggu (11/12/2022). Pengajian keluarga tersebut diikuti oleh seluruh Guru Pendidik dan Tenaga Kependidikan beserta keluarganya. Acara kegiatan ini dilaksanakan durasi rutin tiga bulanan atau menyesuaikan kebutuhan. Selain diikuti oleh seluruh keluarga besar MTs Negeri 1 Gunungkidul, untuk penceramah atau da’i bekerja sama dengan ulama dan pondok pesantren yang berada di Gunungkidul.  Pada saat pengajian keluarga tersebut sebagai pemberi tausiah adalah Gus Ahmad Ashof, Pengasuh pondok pesantren Assalaafiyah Darussalam Wonosari.  

Dalam nasehatnya disampaikan bahwa pendidikan budi pekerti, adab dan kesopanan atau sopan santun sangat penting guna memberi suri tauladan kepada pasa peserta didiknya. Hal ini disampaikan agar menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan sopan santun, karena zaman ini bukan lagi memperhatikan kecerdasan saja namun jauh lebih penting adalah krisis moral dan perilaku.

“Guru yang baik akan berbudi pekerti luhur dengan sendirinya peserta didik akan melihat mencontoh dan meneladani karena dianggap sebagai publik figur yang diidolakan. Atau jika tidak diidolakan akan menjadi potret pengingat sehingga akan menimbulkan ambivalensi peserta didik menghadapi keadaan guru baik sadar maupun tidak sadar,” tandas Gus Ashof.

Selain itu, jika sebuah lembaga pendidikan ingin sukses menurut pesan Gus Ashof agar guru jangan pernah terbersit atau sampai melakukan perbuatan yang dipandang rendah oleh muridnya, karena hal ini akan berpengaruh terhadap marwah sebuah lembaga pendidikan maupun civitas yang menjadi kebanggaan wali murid untuk menitipkan putra-putrinya. Sehingga jika ternodai dengan perilaku buruh atau rendah akan membawa dampak besar bagi animo dan analisis masyarakat. 

“Pengajian rutin yang kami selenggarakan diharapkan dapat membawa dampak yang signifikan bagi semangat dan motivasi guru dalam mendampingi, mengajar maupun dalam mengembangkan pembelajaran kontekstualnya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya,“ pungkas Ngadiyan, S.Pd.I., M.S.I., Kepala MTsN 1 Gunungkidul. (yan)

Penulis : MTsN Gubukrubuh/MTsN 1

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul