PPA Kemenag Gunungkidul Bahas Menjaga Kesehatan Mental ASN

  Rabu, 05 November 2025    Bacakan Berita     48 
Foto PPA Kemenag Gunungkidul Bahas Menjaga Kesehatan Mental ASN

Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul kembali menayangkan program Pengawasan dengan Pendekatan Agama (PPA) secara live streaming melalui kanal YouTube Kemenag Gunungkidul, Rabu (5/11/2025). 

Program ini merupakan salah satu inovasi Kemenag Gunungkidul dalam rangka memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK) di lingkungan kantor setempat.

Program PPA tayang setiap hari Rabu dan kali ini dipandu oleh Sugeng Riyanto S.Pd.B sebagai host, Sutarni S.Pd.AUD sebagai pemandu baca kitab, Lanjar, S.Pd.B sebagai pengisi kajian agama Buddha, dan Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Fitri Subekti S.Sos sebagai pemateri.

Dalam paparannya, Fitri mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Mental ASN” dengan menyoroti sejumlah isu viral terkait perilaku aparatur negara yang kurang mencerminkan nilai-nilai kedisiplinan dan profesionalitas. Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kesehatan mental ASN, antara lain label ASN sebagai “role model” masyarakat yang menuntut sikap teladan, tantangan adaptasi terhadap lingkungan dan sistem kerja baru, hingga perbedaan gaya komunikasi antargenerasi.

“ASN dituntut untuk mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab kerja dan kehidupan pribadi. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik, menciptakan lingkungan kerja yang positif, meningkatkan kesadaran diri, menerapkan pola hidup sehat, serta mencari dukungan sosial yang tepat,” ujar Fitri.

Sementara itu, dalam sesi kajian agama, Lanjar membawakan materi tentang empat sikap Brahma Vihara, yakni nilai-nilai luhur dalam membangun keseimbangan dan ketenangan batin. Pertama, Metta yang berarti cinta kasih tanpa batas, menumbuhkan ketulusan dan kasih kepada sesama. Kedua, Karuna atau kasih sayang, yakni empati dan belas kasih kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan. Ketiga, Mudita yang berarti simpati atau empati, yaitu ikut berbahagia atas keberhasilan orang lain. Terakhir, Upekkha yang berarti keseimbangan batin, yakni kemampuan menerima segala keadaan dengan tenang dan bijak.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Mukotip S.Ag M.Pd.I dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. Ia berharap kegiatan PPA dapat menjadi wadah pembinaan yang efektif bagi seluruh ASN untuk memperkuat nilai spiritualitas, integritas, dan etika kerja.

“Melalui program PPA, saya berharap ASN Kemenag Gunungkidul semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan moralitas dalam bekerja. ASN harus mampu menjadi teladan yang berakhlak, berintegritas, dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan publik yang bersih dan berkualitas,” kata Mukotip.

Penulis : Putri HS

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul