Plh. Kepala Kemenag: Kurikulum Merdeka, Guru Harus Inovatif

  Jumat, 14 Juni 2024    Bacakan Berita     130 
Foto Plh. Kepala Kemenag: Kurikulum Merdeka, Guru Harus Inovatif

Wonosari (Kemenag Gunungkidul) - Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) mengadakan Bimbingan Teknis Kurikulum yang diadakan Jum’at (14/6/2024) di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti oleh 83 Madrasah Ibtidaiyah yang terdiri dari 12 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan 71 MI Swasta.

Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul H. Supriyanto S.Ag MSI menyampaikan bahwa guru harus mempunyai terobosan-terobosan dari kurikulum tahun 2013 menuju kurikulum merdeka. "Pembelajaran jangan monoton, tapi harus dengan inovasi," katanya seraya mengingatkan untuk mempersiapkan penerimaan peserta didik baru sesuai SK Kanwil Kemenag DIY nomor 1 tahun 2024, untuk tingkatan MI maksimal empat kelas dan tiap kelas maksimal 28 peserta didik.

Supriyanto berpesan agar dalam kurikulum wajib dimasuki moderasi beragama. Hal ini untuk menanamkan kemoderatan pada peserta didik untuk mencegah paham radikal, baik paham ekstrim kanan maupun ekstrim kiri. Dalam kesempatan ini, Supriyanto menerangkan empat pilar moderasi beragama, yaitu Komitmen kebangsaan, Toleransi,  Anti kekerasan, dan Penerimaan terhadap tradisi.

Supriyanto berharap penyusunan kurikulum merdeka memasukkan moderasi beragama untuk mencegah paham radikal dan paham ekstrim, untuk menjaga NKRI.

Penulis : Sigit

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul