Ponjong (MTsN 2 Gunungkidul) – Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) MTs Negeri (MTsN) 2 Gunungkidul tahun 2024 berjalan dengan lancar. Sebagaimana dijadwalkan PKKM Tahunan ini diselenggarakan pada Kamis (12/12/2024) dengan Tim Penilai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul H. Latif Jauhari S.Ag M.A dan H. Hamid Abdul Basit S.Ag MSI dan bertempat di laboratorium IPA madrasah.
Acara dimulai dengan pembukaan yang dihadiri oleh seluruh dewan guru dan pegawai madrasah. Dalam sambutannya Kepala Madrasah Supardi, S.Pd mengucapkan selamat datang kepada Tim Penilai PKKM. “PKKM ini menjadi momentum bagi kami untuk memperbaiki kinerja kami. Kritik maupun saran sangat kami harapkan demi kemajuan MTsN 2 Gunungkidul dalam proses memajukan pendidikan,”kata Supardi.
Bersamaan dengan sambutan, Supardi sekaligus mempresentasikan hasil kinerja kepala madrasah selama tahun 2024 dengan bahan tayang slide powerpoint dan dilanjutkan dengan sesi pelaksanaan penilaian oleh Tim Penilai.
Setelah selesai memonitoring dan mengevaluasi berbagai komponen, Tim Penilai memaparkan refleksi penilaian dihadapan kepala madrasah serta seluruh guru dan pegawai. Latif menyampaikan saat ini yang menjadi fokus pendidikan kita adalah budaya refleksi dalam rangka perbaikan pembelajaran.
“Perbaikan pembelajaran bisa diupayakan melalui tiga hal yaitu budaya refleksi yang tidak hanya dilakukan satu semester sekali, tapi bisa tiap akhir pembelajaran. Kedua, bisa dilakukan melalui asesmen, dan yang ketiga melalui supervisi pembelajaran sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 624 tahun 2022,” papar Latif. Lebih lanjut Latif mengharapkan budaya refleksi ini benar-benar dilaksanakan dengan baik termasuk di dalamnya adalah refleksi diri madrasah menggunakan data Rapor Pendidikan.
Sementara itu Hamid dalam paparan refleksinya menuturkan hal terpenting yang harus diperhatikan adalah bagaimana mempertahankan yang baik menjadi lebih baik lagi. “Terkait dengan komponen penilaian sudah komplit, di link yang dikirim ke penilai sudah lengkap. Secara umum sudah baik, tidak ada catatan khusus. Sosialisasi antibullying sudah sangat bagus dilakukan madrasah dengan berbagai kegiatan. Diantara hal yang perlu ditingkatkan adalah metode pembelajaran lebih kreatif lagi dan pemanfaatan sumber belajar yang lebih beragam,” pungkas Hamid. (tim)
Penulis : MTsN Sumbergiri/MTsN 2
Editor : Siti Nurafrianti