Perkuat Pemahaman Fikih, Siswa MTsN 3 Gunungkidul Bedah Kitab Safinatun Najah

  Senin, 19 Januari 2026    Bacakan Berita     16 
Foto Perkuat Pemahaman Fikih, Siswa MTsN 3 Gunungkidul Bedah Kitab Safinatun Najah

Semanu (MTsN 3 Gunungkidul) – MTsN 3 Gunungkidul kembali melaksanakan kegiatan rutin pembacaan Kitab Safinatun Najah pada Senin pagi (19/1/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di halaman madrasah seusai upacara bendera ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman ibadah praktis peserta didik, khususnya terkait tata cara menjaga kesucian diri dalam kehidupan sehari-hari.

Hadir sebagai narasumber sekaligus pembimbing kajian, H. Sukron dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Semanu. Pada kesempatan tersebut, materi kajian difokuskan pada bab hal-hal yang membatalkan wudu, yang merupakan pengetahuan dasar namun sangat penting bagi siswa dalam menjalankan ibadah harian, seperti salat dan membaca Al Quran.

Dalam pemaparannya, H. Sukron menjelaskan empat hal utama yang menurut syariat Islam dapat membatalkan wudu, yakni: pertama, keluarnya sesuatu dari dua lubang, baik berupa benda padat maupun gas yang keluar dari kubul (jalan depan) atau dubur (jalan belakang), kecuali air mani yang keluar dalam kondisi tertentu yang mewajibkan mandi besar.

Kedua, hilangnya akal, baik karena tidur (kecuali tidur dalam posisi duduk yang mantap), gila, pingsan, maupun mabuk. Ketiga, bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang telah balig dan bukan mahram tanpa adanya penghalang. Keempat, menyentuh kemaluan atau lingkaran dubur manusia dengan telapak tangan atau bagian dalam jari-jari tanpa pembatas.

Kepala MTsN 3 Gunungkidul, Sulaiman, menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh dari KUA Semanu seperti H. Sukron sangat membantu siswa dalam memperoleh pemahaman keagamaan yang memiliki dasar keilmuan yang jelas dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap siswa tidak hanya sekadar menghafal teori, tetapi benar-benar memahami mana yang sah dan mana yang membatalkan ibadah. Dengan bimbingan langsung dari praktisi keagamaan, kualitas ibadah siswa diharapkan semakin meningkat,” ungkapnya.

Kegiatan kajian ditutup dengan sesi tanya jawab singkat. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar kasus-kasus yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait batas-batas mahram dan tata cara bersuci yang benar. (kho)

Penulis : MTsN Semanu/MTsN 3

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul