Semanu (MTsN 3 Gunungkidul) - Udara sejuk pagi hari di lingkungan MTsN 3 Gunungkidul setiap pukul 06.40 WIB senantiasa diiringi suasana religius yang kental. Seluruh warga madrasah, mulai dari jajaran pimpinan, guru, pegawai, hingga ratusan siswa, secara serempak melantunkan 99 Asmaul Husna pada Jumat, (9/1/2026), sebelum memulai kegiatan literasi dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Kepala MTsN 3 Gunungkidul, Sulaiman, menegaskan bahwa pendidikan di madrasah harus berjalan seimbang antara kecerdasan intelektual dan kesucian hati. Oleh karena itu, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap program pembiasaan keagamaan yang telah menjadi ciri khas madrasah tersebut.
“Keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kedekatan peserta didik dengan Sang Pencipta. Dengan melibatkan seluruh warga madrasah tanpa terkecuali, kita membangun energi positif secara kolektif. Ketika hati telah ditenangkan melalui zikir, insyaallah ilmu akan lebih mudah diserap,” ungkapnya.
Sebagai koordinator kegiatan, Koordinator Keagamaan MTsN 3 Gunungkidul, Warni Puji Wiyati, menjelaskan bahwa pembacaan Asmaul Husna dilaksanakan secara terpimpin dengan memanfaatkan pengeras suara pusat agar lantunannya menjangkau seluruh area madrasah.
“Kami berupaya menciptakan suasana belajar yang penuh keberkahan. Pembiasaan membaca Asmaul Husna ini merupakan ikhtiar untuk ‘mengetuk pintu langit’. Selain melatih hafalan, kami berharap para siswa mampu meresapi makna setiap nama Allah sehingga tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di madrasah maupun di lingkungan keluarga,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 15 menit sebelum bel masuk jam pelajaran pertama berbunyi.
Keterlibatan seluruh warga madrasah dalam kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa. Keteladanan para guru dan pegawai yang turut duduk bersimpuh dan berzikir menumbuhkan rasa hormat serta kebersamaan. Selain itu, siswa menjadi lebih tenang dan siap mengikuti pembelajaran setelah melalui momen refleksi pagi. Pembiasaan ini juga membantu melekatkan hafalan Asmaul Husna sebagai bekal spiritual bagi siswa.
Kegiatan rutin tersebut diharapkan terus menjadi identitas kuat MTsN 3 Gunungkidul dalam mencetak generasi yang cerdas, mandiri, dan berakhlakul karimah, sejalan dengan visi besar madrasah. (kho)
Penulis : MTsN Semanu/MTsN 3
Editor : Putri HS