Karangmojo (MIN 9 Gunungkidul) — Pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga pada pembentukan karakter dan adab peserta didik. Nilai inilah yang terus ditanamkan oleh MIN 9 Gunungkidul melalui pembiasaan sederhana namun sarat makna.
Setiap pagi, suasana di gerbang madrasah tampak hangat dan penuh keakraban. Para guru berdiri menyambut kedatangan siswa dengan senyuman, sementara para siswa dengan antusias menghampiri untuk menyalami dan mencium tangan Bapak serta Ibu guru sebelum memasuki lingkungan madrasah. Selain itu, pada setiap upacara bendera, para siswa juga telah terbiasa bersalaman dengan para guru sebelum memasuki kelas masing-masing. Pembiasaan ini rutin dilaksanakan, salah satunya pada Senin (19/1/2026).
Kepala MIN 9 Gunungkidul, Erniawati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas atau formalitas belaka, melainkan instrumen penting dalam membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa sekaligus menanamkan nilai kesantunan sejak dini.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah. Berjabat tangan menjadi simbol penghormatan murid kepada guru sekaligus wujud kasih sayang guru kepada muridnya,” tuturnya.
Melalui pembiasaan ini, MIN 9 Gunungkidul berharap nilai-nilai sopan santun, rasa hormat, dan keakraban dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik serta menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari. (iyp)
Penulis : MIN Karangmojo/MIN 9
Editor : Putri HS