Perkuat Bahasa Daerah, Guru MIN 1 Gunungkidul Ikuti Rapat Koordinasi Pelindungan Bahasa Daerah

  Rabu, 08 Maret 2023    Bacakan Berita     122 
Foto Perkuat Bahasa Daerah, Guru MIN 1 Gunungkidul Ikuti Rapat Koordinasi Pelindungan Bahasa Daerah
Guru MIN 1 Gunungkidul Ikuti Rapat Koordinasi Pelindungan Bahasa Daerah di Yogyakarta pada Selasa (7/3/2023)

Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Dalam rangka pelaksanaan Pelindungan Bahasa Daerah (Bahasa Jawa) di Yogyakarta, Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Rapat Koordinasi antar instansi pada hari Selasa (7/3/2023) di Hotel Artotel Jalan Kaliurang KM 5,6 Sleman, Yogyakarta. Salah satu guru MIN 1 Gunungkidul, Muh. Fadholi, S.Pd.I., mengikuti rapat koordinasi ini.

Acara tersebut dilaksanakan untuk menjawab tantangan zaman bahwa ternyata sekarang ini banyak generasi muda yang kurang paham dan kurang mengenal bahasa Jawa dengan baik dan benar. Padahal dalam bahasa Jawa kaya sekali akan nilai-nilai luhur falsafah dan budaya Jawa.

Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd. selaku Kepala Balai Bahasa DIY dalam sambutannya menjelaskan bahwa Balai Bahasa mencari teman atau mitra untuk menjaga dan memastikan bahwa bahasa Jawa di Daerah Isitmewa Yogyakarta ini dapat lestari. Sehingga kerja nyata dari semua pihak menjadi harapan yang sangat besar. Balai bahasa adalah mitra sekaligus fasilitator yang menjadi pemantik akan kesadaran melestarikan bahasa daerah (Bahasa Jawa). Beliau juga menyampaikan Tri Gatra Bangun Bahasa yaitu : Utamakan bahasa Indonesia, Lestarikan bahasa Daerah, dan Kuasai bahasa Asing.

Selanjutnya acara dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai jam 09.00—12.00 WIB. Dilanjutkan sesi dua pada jam 13.00—16.00 WIB. Topik pada sesi pertama adalah Paparan Kepala Disdikpora DIY tentang Kebijakan Pemerintah DIY dalam Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa di sekolah. “Kita perlu berpikir bersama agar bahasa Jawa tetap lestari di DIY ini. Kami berharap bapak/ibu guru untuk bisa menyisipkan nama-nama Jawa indah saat pembelajaran di kelas. Menutup pelajaran dengan pengenalan bahasa dan budaya khas ke-Yogyaan dan mengenalkan falsafah-falsafah Jawa pada peserta didik,” tutur Didik Wardoyo, S.E., M.Pd. selaku Kepala Disdikpora DIY.

Sedangkan topik pada sesi dua adalah paparan tentang rencana pembelajaran dan praktik baik pemeliharaan dan pengembangan bahasa, sastra, dan aksara Jawa di SD dan SMP oleh Sinar Indrakrisnawan, S.Pd., dan Slamet Nugroho, S.Pd. “Mari bersama-sama kita lestarikan dan kita jaga bahasa Jawa dengan kesadaran kolektif,” ujar Slamet dipenghujung acara. (fad/aky)

Penulis : MIN Ngawen/MIN 1

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul