Ngawen (MTsN 5 Gunungkidul) – Dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, MTsN 5 Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan pengajian pada Kamis (15/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Dzofiroh Dhofir Al Ulyani dan diikuti oleh seluruh siswa serta guru dan tenaga kependidikan (GTK) dengan penuh khidmat dan antusias.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MTsN 5 Gunungkidul yang diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Wachid. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada narasumber atas kesediaannya memberikan tausiyah, sekaligus memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.
Pengajian Isra Mikraj tersebut diisi oleh Penyuluh Agama Kapanewon Semin, Ustadz Fathul Muadib. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan sejarah singkat peristiwa Isra Mikraj, hikmah yang dapat dipetik, serta penjelasan mengenai asal-usul, jumlah, dan penamaan salat lima waktu.
Ustadz Fathul Muadib menjelaskan bahwa Isra Mikraj merupakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat langsung dari Allah SWT. Peristiwa tersebut menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus kemuliaan Rasulullah SAW.
Lebih lanjut disampaikan bahwa salat lima waktu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya ditetapkan melalui peristiwa Isra Mikraj sebagai bentuk keringanan dari kewajiban awal sebanyak 50 waktu. Penetapan jumlah dan waktu salat tersebut mengandung hikmah pengaturan ibadah sepanjang hari agar umat Islam senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitasnya.
Melalui kegiatan pengajian ini, diharapkan keimanan dan ketakwaan seluruh siswa MTsN 5 Gunungkidul semakin meningkat, serta tumbuh kesadaran untuk senantiasa menjaga salat dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (Est/Aan)
Penulis : MTsN Ngawen/MTsN 5
Editor : Putri HS