Nglipar (MTsN 7 Gunungkidul) - Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Agama Propinsi DIY Nomor : B-1820/Kw.12.2/1/PP.00/07/2020 Tentang Edaran Awal Tahun Pelajaran 2020/2021 yang melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR ) secara daring sesuai dengan kondisi Madrasah. Oleh karena itu dibukalah Klinik Prestasi Menggapai Bintang secara daring sebagai sarana untuk membantu para peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengikuti BDR di masa new normal ini. Klinik Prestasi Menggapai Bintang ini bertempat di ruang BK MTsN 7 Gunungkidul dengan fasilitator guru BK.
Menurut Kepala Madrasah, Miftahul Ichwan untuk melaksanakan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini, guru BK memang mempunyai peran sangat penting bagi peserta didik yang mengalami problema dalam mengikuti pembelajaran secara daring serta dapat menjadi mediator antara peserta didik dengan guru mata pelajaran.
Apalagi kondisi seperti sekarang ini tentunya ada perubahan drastis yang berpengaruh secara psikologis peserta didik pada sistem pembelajaran di Madrasah. "Jadi BK harus memiliki model dan trik dalam memberikan motivasi untuk mendinamiskan potensi yang dimiliki peserta didik sehingga dapat berkembang sesuai dengan harapannya," papar Ichwan saat dimintai keterangan, Jumat (17/7/2020).
Sementara itu Waka Kurikulum, Haryanti menambahkan jika dengan adanya Klinik Prestasi Menggapai Bintang ini tentunya akan mendukung pelaksanaan suplemen kurikulum darurat di Madrasah, yang dilakukan oleh seorang guru BK dengan menggunakan berbagai macam media. "Jadi klinik ini dapat menjadi sarana untuk berinteraksi dalam menyampaikan problema yang dihadapi oleh peserta didik di era new normal serta mengikuti tren dan tantangan pembelajaran secara daring," tandasnya.
Menurut Guru BK, Sri Subening, Klinik Prestasi Menggapai Bintang ini sebagai mediator konsultasi peserta didik yang mengalami masalah dalam proses belajar mengajar yang disesuaikan dengan masa new normal ini secara daring yang tidak terbatas waktunya, sehingga peserta didik dapat menuntaskan pendidikannya dan selesai pada waktunya dengan hasil yang maksimal serta memiliki kecakapan / prestasi kedepannya.
Dengan adanya klinik itu siswa pun boleh berkonsultasi setelah jam KBM berakhir melaui WA, google form, video call, google classroom dan lainnya. "Jadi kesimpulanya guru BK itu mengidentifikasi kesulitan belajar yang dihadapi siswa sebelum dikroscek dengan guru mapelnya," jelas Sri Subening.( les )
Tetap sehat dan semangat
#Lawan Covid19
Penulis : MTsN Nglipar/MTsN 7
Editor : Siti Nurafrianti