Ngawen (KUA Saptosari) — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama, 10 Penyuluh Agama Islam KUA Saptosari turut berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial dan bersih-bersih rumah ibadah lintas agama yang diselenggarakan oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Gunungkidul, Senin (5/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan di Gereja Santo Thomas, Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, sebagai wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam merawat kerukunan dan memperkuat sinergi lintas umat beragama.
Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Mukotip S.Ag M.Pd.I., Kepala Seksi Bimas Islam, H. Zuhdan Aris S.Ag MA, para penyuluh agama lintas agama, serta pengurus rumah ibadah setempat.
Dalam sambutannya, Mukotip menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, yang selaras dengan semangat kegiatan lintas iman tersebut.
“Semoga kegiatan ini menjadi keberkahan bagi kita semuanya. Pembangunan bangsa Indonesia tidak bisa dilakukan oleh satu golongan atau satu agama saja, tetapi harus dilaksanakan secara bersama-sama dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan,” ungkap Mukotip.
Ia juga berharap agar seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar gereja, dapat mendorong generasi muda lintas agama untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan perdamaian dan menjaga kondisi yang kondusif, khususnya di wilayah Ngawen.
Lebih lanjut, Mukotip menegaskan bahwa Kementerian Agama senantiasa terbuka untuk seluruh umat beragama. Menurutnya, toleransi harus dibangun melalui kebersamaan, saling menyapa, dan dialog yang berkelanjutan.
“Jangan ragu, Kementerian Agama terbuka untuk kita semua. Syarat utama toleransi adalah kebersamaan, saling menyapa, dan berdialog,” tegasnya.
Setelah kegiatan bersih-bersih rumah ibadah, acara dilanjutkan dengan kegiatan sarasehan Kerukunan yang berlangsung di Pura Bhakti Widi. Sarasehan ini menjadi ruang dialog dan silaturahmi untuk memperkuat pemahaman, kebersamaan, dan komitmen menjaga harmoni antarumat beragama di Kabupaten Gunungkidul.
Keterlibatan KUA Saptosari dalam kegiatan ini menegaskan peran aktif Kementerian Agama di tingkat kapanewon dalam mendukung penguatan moderasi beragama serta membangun kerukunan umat beragama ditengah masyarakat.
Penulis : KUA Saptosari
Editor : Andi Eko