Saptosari (KUA Saptosari) - Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja terhadap isu-isu moral dan sosial, Penyuluh Agama Islam KUA Saptosari memberikan pembinaan kepada remaja dengan tema utama "Pencegahan Pernikahan Dini dan Bahaya Pornografi" bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 1 Saptosari dan SMP Muhammadiyah Saptosari, Senin (15/07/2025).
Materi disampaikan secara menarik dan interaktif oleh dua Penyuluh Agama Islam KUA Saptosari, Muhammad Rofiq Mufaqih dan Arinda Fitriani, yang mengajak siswa untuk lebih bijak dalam pergaulan dan penggunaan teknologi.
Dalam pemaparannya, Muhammad menjelaskan bahwa pernikahan dini dapat berdampak serius terhadap masa depan remaja, baik secara fisik, psikologis, maupun pendidikan. Para siswa diingatkan agar fokus menyelesaikan pendidikan dan membangun masa depan yang lebih cerah sebelum memutuskan untuk menikah.
“Pernikahan dini bisa menghambat cita-cita. Masa remaja adalah masa belajar, bukan masa membina rumah tangga," tegasnya.
Selain itu, dibahas pula bahaya pornografi, yang semakin marak di era digital dan dapat merusak akhlak serta konsentrasi belajar. Arinda menekankan pentingnya memilih tontonan yang sehat, serta membatasi penggunaan gawai secara bijak.
“Pornografi itu merusak pikiran, hati dan masa depan. Jagalah diri dengan iman dan lingkungan yang baik serta menyibukkan diri dengan aktivitas yang bermanfaat," pesannya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan siswa sebagai bentuk nyata perhatian terhadap pendidikan karakter remaja. Diharapkan para remaja di Saptosari mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijak serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik. (afi)
Penulis : KUA Saptosari
Editor : Andi Eko