Panggang (KUA Panggang) - Penyuluh Agama Islam KUA Panggang melakukan Penyuluhan dan Bimbingan pada Program Jumat Religi SMPN 2 Panggang yang diselenggarakan di musala SMPN 2 Panggang, Jumat (12/9/2025).
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 2 Panggang, Ristiarman S.Pd MM, menyampaikan bahwa kewajiban menuntut ilmu bagi seorang muslim tertuang dalam Al Qur'an dan Hadis, dimana setiap individu wajib mencari ilmu agar dapat menjalankan perintah agama dan kehidupan duniawi dengan baik. Sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Alaq dan hadis yang mengatakan, "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim". "Ilmu juga merupakan kunci untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, sekaligus amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah seseorang meninggal," katanya.
Penyuluh Agama Islam KUA Panggang, Abdur Rahman S.Pd.I, menyampaikan faedah utama Surat Ar Ra'd ayat 11 terkait belajar siswa, yaitu bahwa Allah tidak akan mengubah nasib atau keadaan siswa jika mereka tidak berusaha mengubah dirinya sendiri. "Ayat ini menekankan pentingnya ikhtiar, kemauan, dan usaha keras dalam belajar. Siswa perlu mengubah kebiasaan dan mentalitasnya untuk meraih keberhasilan, serta memiliki sikap mandiri dan bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri," ujarnya.
Abdur Rahman menjelaskan korelasi dengan belajar siswa, yaitu pertama, Perubahan Diri dan Usaha. Ayat ini mengajarkan bahwa siswa harus aktif mengubah cara belajarnya, mentalitas, dan usahanya sendiri untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, bukan hanya pasrah pada keadaan atau menunggu bantuan dari luar.
Kedua, Motivasi dan Kerja Keras:. Siswa yang ingin sukses harus memiliki kemauan untuk belajar dan bekerja keras. Usaha dan kemampuan untuk belajar akan mendorong perubahan yang positif, sedangkan tanpa usaha, kemampuan tidak akan berkembang. Ketiga, Tanggung Jawab Personal. Ayat ini menegaskan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, tetapi juga pada tanggung jawab pribadi siswa untuk berusaha dan berjuang.
Keempat, Menciptakan Peluang. Dengan mengubah diri melalui usaha belajar yang maksimal, siswa dapat menciptakan peluang keberhasilan dan memperbaiki keadaan belajarnya sendiri. Kelima, Sikap Mandiri. "Menghadapi proses belajar membutuhkan kemandirian dan sikap untuk mengarahkan diri sendiri, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Ar Ra'd ayat 11 bahwa perubahan dimulai dari dalam diri sendiri," terang Abdur Rahman.
Penulis : KUA Panggang
Editor : Andi Eko