Pentingnya Pengembangan Metodologi Pembelajaran di Masa Pandemi

  Kamis, 10 September 2020    Bacakan Berita     258 
Foto Pentingnya Pengembangan Metodologi Pembelajaran di Masa Pandemi

Gunungkidul (Kankemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Arief Gunadi, mengapresiasi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (K2MI) Kabupaten Gunungkidul yang telah mengadakan Workshop Peningkatan Mutu Guru dengan tema “Blended Learning Daring dan Luring” di MAN 1 Gunungkidul, Kamis (10/9/2020).

“Saya bersyukur seluruh elemen pendidikan di madrasah yang merupakan bagian tak terpisahkan dari institusi Kementerian Agama ini selalu berpikir inovatif, kreatif dan berkeadaban. Saya juga bersyukur masih ada lembaga-lembaga yang bergerak atas nama hati nurani untuk memikirkan betapa pentingnya kita melakukan konsolidasi, koordinasi, dan komunikasi untuk meningkatkan pemahaman kita terkait pengembangan metodologi pembelajaran di masa Covid-19,” ungkapnya seraya mengatakan blended learning dapat menjadi solusi dalam pembelajaran di masa pandemi ini.

Arief mengatakan bahwa guru dengan siswa itu dari sisi batiniah tidak dapat dipisahkan, yang memisahkan adalah pandemi ini. Betapa banyak anggaran negara terkonsentrasi untuk pemulihan atau menjaga stabilitas sosial yang dibiayai dari APBN untuk kepentingan mengamankan kesehatan masyarakat. Arief juga menekankan agar madrasah dapat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk menghindari adanya klaster baru.

Terkait hasil pembelajaran, Arief mengingatkan bahwa pembelajaran di madrasah dikatakan sukses bila menghasilkan peserta didik yang mampu mengkolaborasi antara hal-hal yang bersifat keagamaan dengan hal-hal yang bersifat ilmu pengetahuan umum. “Jika alumni madrasah tidak dapat membaca Al Quran, tetapi pintar IT, ini jangan dibilang sukses. Salatnya tidak sesuai dengan ketentuan fikih tetapi ia pintar entrepreneur, ini jangan dibilang sukses,” tandasnya.

“Alumni madrasah saya persilakan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologinya, tetapi jangan lupa, ilmu pengetahuan agama tetap jalan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua K2MI Kabupaten Gunungkidul, Susiyati, mengatakan workshop ini bertujuan untuk menjembatani guru agar kaya metode dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh yang menarik dan menyenangkan dengan narasumber dari penggiat Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). (and)

Penulis : Andi Eko

Editor : Irwan Fajar

Facebook Kemenag Gunungkidul