Panggang (KUA Panggang) - Penghulu KUA Panggang, Yosep Muniri S.Ag MA, menjadi pemateri dalam pelatihan perawatan jenazah yang diselenggarakan Pondok Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Minggu (15/10/2023).
Dalam materinya, Yosep Muniri menyampaikan bahwa semua makhluk Allah yang bernyawa, termasuk manusia, akan mengalami mati, yang abadi hanyalah Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ankabut ayat 57, "Tiap-tiap yang berjiwa akan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan".
Yosep menjelaskan mulai hal-hal ketika seseorang dalam keadaan sakit dan mendekati sakratul maut, maka yang perlu diperhatikan adalah dituntun untuk membaca kalimat thayyibah laa ilaaha illallaah.
“Menurut hukum Islam, ada empat kewajiban orang Islam yang masih hidup terhadap jenazah orang Islam, yaitu memandikan, mengkafani, mensalatkan, dan menguburkan. Hukumnya fardu kifayah bagi orang yang hidup,” kata Yosep.
Saat menguburkan dan meletakkan mayat ke dalam kubur disunahkan membaca Bismillahi wa ‘ala millati Rasulillah. Artinya, “Dengan nama Allah dan atas nama agama Rasulullah”.
Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Darush Sholihin KH. Muhammad Abduh Tuasikal, menyampaikan terima kasih kepada Yosep Muniri dari KUA Panggang yang telah memberikan pelatihan pengurusan jenazah, mulai dari penjelasan memandikan jenazah, diawali dengan persiapan kain kafan, lalu cara mengkafani dan menjelaskan tata cara shalat jenazah sampai pada proses penguburan.
“Kami mengundang dari Pondok Pesantren Darush Sholihin, sekitar 200 pengurus takmir masjid yang ada disekitar empat kapanewon, yaitu Kapanewon Paliyan, Saptosari, Panggang, dan Purwosari, serta ada beberapa takmir dari Tanjungsari,” ungkapnya.
Penulis : KUA Panggang
Editor : Andi Eko