Pengawas MI Kemenag Gunungkidul : Kuatkan Karakter Peseta Didik Dengan Maksimalkan Berbahasa Jawa

  Selasa, 30 Juni 2020    Bacakan Berita     207 
Foto Pengawas MI Kemenag Gunungkidul : Kuatkan Karakter Peseta Didik Dengan Maksimalkan Berbahasa Jawa

Karangmojo (MIN 9 Gunungkidul) -- Pembentukan karakter pada anak membutuhkan waktu yang lama dan panjang serta membutuhkan konsistensi dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan madrasah merupakan salah satu tempat yang tepat untuk membentuk serta menguatkan karakter pada anak.

Pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan di madrasah merupakan bentuk ikhtiar untuk menguatkan karakter positif pada peserta didik. Dimulai dari kegiatan menyambut peserta didik di gerbang madrasah dengan menerapkan senyum, sapa, salam, sopan dan santun, pembiasaan sholat dhuha dan muroja’ah setiap pagi akan membentuk karakter yang baik bagi peserta didik.

Penguatan karakter peserta didik juga dapat dilakukan dengan cara memaksimalkan penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar. Hal tersebut disampaikan oleh Pengawas MI Kemenag Gunungkidul Sri Kusrini dalam acara workshop kurikulum KTSP MIN 9 Gunungkidul, Senin (29/6/2020).

“Program unggulan atau program pembiasaan memakai bahasa Jawa dapat ditambahkan dalam kurikulum, sehingga nanti anak-anak lulus  dari MIN diharapkan mampu berbahasa Jawa dengan baik dan benar,” tandas Sri.

“Hari Sabtu dapat digunakan sebagai hari berbahasa Jawa, anak-anak pada hari tersebut dilatih membiasakan berbahasa Jawa dengan sesama teman, dengan guru dan dengan orang-orang di lingkungan madrasah. Bahkan saat pembelajaranpun dapat menggunakan bahasa Jawa, materi disampaikan dengan bahasa Indonesia tetapi pengantar dan komunikasinya menggunakan bahasa Jawa, sehingga bahasa Jawa terintegrasi dengan mata pelajaran lain," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Ngadilan selaku komite MIN 9 Gunungkidul. “Selain pembiasaan 5S (Senyum, sapa, salam, sopan dan santun) yang setiap pagi sudah dilakukan, mengajak anak membiasakan berbahasa Jawa yang baik juga sangat bagus diterapkan agar anak terbiasa berbahasa Jawa, jangan sampai anak-anak kita wong Jawa nanging kelangan Jawane (orang Jawa tetapi kehilangan Jawanya),” tegas Ngadilan.

Waryono juga mengungkapkan jangan sampai anak-anak kita tidak dapat menggunakan bahasa Jawa yang baik. ”Jangan sampai anak-anak kita salah kaprah dalam berbahasa Jawa,” tegasnya.

Selanjutnya Waryono pun menambahkan bahwa peserta didik juga harus dibekali dengan unggah-ungguh (sopan santun). “Jika siswa madrasah memiliki unggah ungguh yang baik, di masyarakat sopan, bicaranya baik, tentu akan menambah nilai plus” pungkas Waryono. (iyp)

Tetap sehat dan semangat
#Lawan Covid-19

Penulis : MIN Karangmojo/MIN 9

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul