Saptosari (KUA Saptosari) — Penyuluh Agama Islam KUA Saptosari, Sigit Triyanto, memberikan tausiah dalam kegiatan rutin pengajian kelompok penerima manfaat program Pemberdayaan Ekonomi Umat pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman Ratih, salah satu penerima manfaat program, yang berlokasi di Desa Ngloro, Kapanewon Saptosari.
Dalam tausiahnya, Sigit menyampaikan materi tentang cara mencari rezeki yang berkah, yaitu rezeki yang bertambah kebaikannya dan membawa ketenangan. “Berkah itu artinya bertambahnya kebaikan atas kebaikan. Rezeki yang berkah bukan hanya banyak, tetapi juga membawa manfaat dan ketenteraman,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa keberkahan rezeki dapat diupayakan melalui dua aspek, yakni lahiriyah dan batiniyah. Pada aspek lahiriyah, jemaah diajak untuk mencari rezeki secara jujur, bekerja keras, konsisten, serta terus melakukan pengembangan diri. “Kalau rezeki dicari dengan tidak jujur, maka keberkahannya akan berkurang. Kerja keras dan konsisten itu penting, sedikit tapi rutin lebih baik daripada banyak tapi hanya sekali,” jelasnya.
Sementara dari sisi batiniyah, Sigit menekankan pentingnya ketakwaan, menjaga salat wajib, membiasakan salat dhuha, memperbanyak istigfar, dan bersyukur. “Jika kita banyak istighfar, insyaAllah Allah akan membantu kesulitan kita dan melancarkan rezeki,” ujarnya.
Pengajian diikuti 10 penerima manfaat dan turut hadir tiga Penyuluh Agama Islam KUA Saptosari lainnya, sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan bagi penerima manfaat program.
Penulis : KUA Saptosari
Editor : Andi Eko