Ngawen (MIN 12 Gunungkidul) -- Pada hari Senin (31/7/2023) MIN 12 Gunungkidul melaksanakan kegiatan tidak seperti biasanya yang selalu diawali dengan pembiasaan karakter oleh guru dan para siswa. Kali ini kegiatan dilaksanakan di Aula MIN 12 Gunungkidul yang menghadirkan seluruh wali murid dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.
Hari itu banyak kendaraan berdatangan penuh di halaman madrasah. Mereka adalah para wali murid yang akan menghadiri kegiatan Seminar Parenting guna meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan dalam membimbing, mendidik dan membina putra putrinya.
Parenting atau Pola asuh adalah dokumen proses pembelajaran pola asuh, pola asuh memungkinkan kita sebagai orang tua untuk terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pola asuh. Dengan belajar lebih banyak tentang parenting, kita dapat lebih mendukung tumbuh kembang anak kita. Tentunya parenting bukan sekedar ilmu, tapi kita praktikkan materi parenting dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kegiatan transcendent parenting dilaksanakan di Aula MIN 12 Gunungkidul, dengan partisipasi atau narasumber Drs. H Sa'ban Nuroni, MA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini di hadiri oleh Iskandar, S.Ag, M.Pd selaku Pengawas RA/MI Kapanewon Ngawen, Kepala dan Guru TK Masyithoh Kaliwuluh, Kepala dan Guru TK Anak Istimewa Gambarsari, Komite Madrasah, Guru dan Karyawan MIN 12 Gunungkidul dan Wali Murid Kelas 1 sampai Kelas 6 MIN 12 GUnungkidul.
Kepala Kemenag Gunungkidul, Sa'ban Nuroni menyampaikan bahwa tumbuh kembang anak sangatlah penting untuk selalu diperhatikan dan dipahami oleh orang tua. Orang tua harus selalu jeli terutama dalam perkembangan psikis dan mental agar tidak salah arah. Dimana pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan gambaran dalam tembang jawa macapat, diantaranya :
1. Maskumambang dimana Tembang maskumambang menggambarkan mulainya perjalanan hidup manusia yang bermula dari dalam perut ibunya.
2. Mijil dimana Tembang Mijil melambangkan sebuah benih atau biji yang lahir ke dunia. Mijil mempunyai arti sebuah kelahiran seorang bayi dari dalam perut ibunya dan sudah diketahui dan terlihat jenis kelaminnya perempuan atau laki-laki.
3. Sinom dimana Tembang Sinom yang berarti "kanoman" (usia muda). Dalam Filosofi Jawa tembang Sinom menggambarkan seorang manusia yang mulai beranjak dewasa.
4. Kinanthi dimana Tembang Kinanthi memiliki arti tuntunan supaya dapat berjalan menuju kehidupan yang lebih baik di alam dunia, berasal dari kata "kanthi" yang berarti menuntun/ menggandeng.
5. Asmaradana dimana Tembang Asmaradana memiliki arti perasaan asmara atau cinta. Filosofi tembang Asmarandana adalah perasaan saling menyukai terhadap lawan jenisnya yang sudah menjadi kodrat ilahi (perasaan laki-laki dan perempuan).
6. Gambuh dimana Tembang Gambuh adalah sudah memiliki kecocokan, berasal dari kata "jumbuh/sarujuk" yang berarti cocok yang kemudian dipertemukan antara pria dan wanita yang sudah terjalin asmara yang berakhir pada pernikahan.
7. Dandanggula dimana Tembang Dandanggula mengambarkan seseorang yang sedang merasa senang-senangnya dalam hidup, berasal dari kata "dandang" dan 'gula' yang berarti sesuatu yang manis.
8. Durma dimana Tembang Durma dari kata derma yang berarti memberikan sumbangan. tembang Durma adalah tentang roda kehidupan yang suatu saat dapat merasakan kecukupan namun juga sebaliknya pasti mengalami kekurangan.
9. Pangkur dimana Tembang Pangkur berasal dari kata "mungkur" yang memiliki arti sudah memundurkan semua hawa nafsunya. Filosofi tembang Pangkur adalah menggambarkan masa disaat sudah harus meninggalkan berbagai hawa nafsu dunia dan lebih mendekatkan diri kepada yang Maha Pencipta.
10. Megatruh dimana Tembang Megatruh adalah roh atau nyawa yang sudah lepas dari jasadnya atau sudah waktunya kembali ke tempat yang digariskan oleh Yang Maha Kuasa.
11. Pocung dimana Tembang Pocung adalah keadaan ketika seseorang yang sudah meninggal akan dikafani atau dipocong sebelum dikuburkan.
"Wawasan dan pengetahuan ini sangat bagus dan orang tua harus benar-benar greteh dan juweh kepada anak-anak untuk selalu meningkatkan belajarnya, ibadahnya dan tata kramanya di rumah agar menjadi siswa yang berkarakter berbudi luhur." ungkap Iskandar
Kegiatan parenting kali ini mendapat sambutan dan apresiasi dari wali murid dan komite terbukti mereka mengikuti materi parenting dengan senang dan gembira karena disampaikan dengan apik dan menarik. Menurut salah satu peserta agar kegiatan ini sangat perlu dan supaya diprogramkan dengan materi yang berbeda, karena banyak sekali ilmu yang bisa diterapkan dalam keseharian. (slm/lcv)
Penulis : MIN Jurangjero/MIN 12
Editor : Siti Nurafrianti