Nuansa Beda, Warnai Upacara Bendera MTsN 9 Gunungkidul

  Rabu, 22 Januari 2020    Bacakan Berita     143 
Foto Nuansa Beda, Warnai Upacara Bendera MTsN 9 Gunungkidul

Rongkop (MTsN 9 Gunungkidul) - Ada nuansa yang berbeda saat upacara bendera di MTsN 9 Gunungkidul, Senin (20/1/2020). Amanat upacara yang biasanya disampaikan dengan berbahasa Indonesia, kali ini disampaikan dengan berbahasa Jawa. Suharyuli, selaku pembina upacara menyampaikan tujuan penggunaan bahasa Jawa dalam amanatnya untuk melestarikan bahasa daerah agar tidak luntur di kalangan siswa.

Isi amanatnya pun terasa berbeda, pesan-pesan dikemas dalam sebuah cerita yang menarik berupa fabel. Dikisahkan ada sebuah sekolah yang para siswanya tikus. Diantara para tikus itu ada seekor tikus yang merasa dirinya paling pandai dan ilmunya sudah melebihi para guru. Ia menantang siapapun yang dianggapnya memiliki ilmu lebih.

Didatangilah matahari, "Hai matahari, lawan aku. Kamu punya sinar yang bisa menerangi bumi". Matahari merasa ilmunya masih kalah dengan awan karena awanlah yang bisa menghalangi sinarnya. Tikus sakti itu pun menantang awan. Awan merasa bahwa ia masih kalah dengan angin. Angin yang dapat menggerakkan awan. Tidak berhenti di situ, tikus sakti mencari angin dan menantangnya. Angin merasa dirinya masih kalah dengan gunung yang menghalangi gerakannya.

Dengan penuh kesombongan, tikus itu mencari gunung untuk dilawannya. "Hai tikus, di dunia ini tidak ada yang lebih kuat selain Allah. Matahari, awan, angin, gunung, dan semuanya dikendalikan oleh Allah. Kamu menantang siapa pun tak akan ada habisnya," kata gunung. Akhirnya tikus pun sadar akan kesombongannya.

Para siswa mendengarkan dengan penuh antusias. Diakhir amanatnya, Suharyuli berpesan agar siswa tidak sombong. " Anak-anakku, ketika kalian dewasa nanti, berprofesi apapun, tetapi janganlah sombong,"  kata Suharyuli. (iba/nh)

Penulis : MTsN Rongkop/MTsN 9

Editor : Irwan Fajar

Facebook Kemenag Gunungkidul